Polisi dan Mahasiswa Terlibat Bentrok di Depan Kampus Moestopo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Bentrokan fisik terjadi antara petugas dan mahasiswa pengunjuk rasa antikenaikan harga di depan kampus Universitas Moestopo di Jl. Hang Lekir, Jakarta Selatan, Kamis (9/1) petang. Dua polisi terluka akibat bentrokan tadi. Mereka saat ini dalam perawatan medis rumah sakit Pusat Pertamina. Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Moestopo, Mario Karawan membenarkan adanya bentrokan tadi. Polisi bertindak represif terhadap mahasiswa. Kami melakukan pembelaan diri, kata dia. Menurut Mario, akibat bentrokan tadi, dua rekannya mengalami luka-luka ringan. Mereka adalah Fari dai Universita Negeri Jakarta dan Fredi dari Universitas Moestopo. Sementara itu, Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Abdur Rachman belum bisa diminta konfirmasinya. Namun menurut salah satu petugas yang tidak bersedia disebut namanya, saat ini Rachman masih berada di lokasi unjuk rasa untuk melakukan negosiasi dengan pengunjuk rasa. Masih menurut petugas yang sama, dalam bentrokan fisik tadi, Kapolres sempat kena pukul. Sepertinya mahasiswa sengaja melakukan provokasi, kata petugas tersebut. Akibat bentrokan tersebut, jalan di depan kampus sempat tak bisa dilalui kendaraan. Baru sekitar pukul 19.30 WIB, sejumlah kendaraan tampak mulai melintasi jalur tersebut. Namun karena masih terhalang oleh blokade yang dibuat mahasiswa, kemacetan terjadi di sepanjang jalan menuju Gelora Bung Karno itu. Bahkan, mahasiwa sempat menyebar batu dan alat pembatas jalan ke tengah-tengah jalur jalan itu. Saat ini tidak ada satu pun petugas berpakaian dinas di lokasi unjuk rasa. Sementara mahasiswa terlihat kembali berkerumun di depan pintu masuk kampus. Padahal, sebelum jalur dibuka, sebagian besar mereka berada di dalam pagar kampus. (Suseno-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?