Klub Basket Bhinneka Sritex Solo Naik Peringkat Dua IBL

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +

  • TEMPO Interaktif, MALANG: Satria Muda Britama dan Bhinneka Sritex Sol makin memantapkan posisinya di papan atas seri ketiga Indonesian Basketball League (IBL) yang digelar di GOR Bimasakti Malang.

    Walau belum berhasil menggusur posisi Aspac Texmaco di puncak klasemen sementara, Bhinneka mampu menyodok di posisi kedua, menggeser Satria Muda Britama, setelah mengalahkan Kalila Jakarta 69-58, Selasa (22/7) petang. Sedangkan Satria Muda Britama tergeser setelah sehari sebelumnya menduduki posisi kedua dengan mengemas nilai 22, kendati pada pertandingan kedua mengalahkan Citra Satria Muda dengan angka 62-54. Sebab, meski poin sama, namun dari persentase Satria Muda Britama kalah kalah dari Bhinneka.

    Pada babak pertama, Satria Muda Britama sudah memimpin dengan skor 36-27 yang dikumpulkan dari kuarter pertama, 21-12 dan pada kuarter kedua 15-15. Sedangkan babak kedua Satria Britama menyudahi pertandingan pada kuarter ketiga dengan skor 11-15 dan kuarter keempat 15-12.

    Kemenangan itu bertumpu pada Agustinus D. Sigar yang menyumbangkan 23 poin. Pengumpul poin terbanyak dari tim Jakarta Citra Satria Romy Taka dan Cokorda RA Pramarta masing-masing menyumbang sebanyak 12 poin.

    Pelatih Satria Muda Britama, Nath Canson, mengakui produktivitas timnya menurun dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya. ''Ya, karena stamina anak-anak menurun,'' kata dia. Sementara itu, kemenangan Bhinneka atas Kalila merupakan partai revans setelah pada seri kedua di Solo, Kalila sukses mempecundangi Bhinneka selaku tuan rumah. Menurut pelatih Bhinneka, David Zhang, kekalahan di Solo lantaran tim asuhannya secara moral terbebani. ''Waktu itu di depan supporter sendiri, kita dituntut menang. Akibatnya, permainan anak-anak kurang terkontrol. Sekarang, beban itu terkurangi. Meski tidak tampil bagus, tapi kami menang dan bisa balas dendam pada Kalila,'' ujar David Zhang.

    Pengakuan pelatih asal Australia itu bisa dimaklumi karena sejak kuarter pertama hingga terakhir, kedua tim tampil kelewat berhati-hati. Maka, jika produktivitas skor Bhinneka menurun, katanya, karena disesuaikan dengan karakter lawan yang dihadapi. Karena itu, pada kuarter pertama kedua tim cuma mampu berbagi angka 12-12.

    Memasuki kuarter kedua, pelatih Bhineka mengubah komposisi pemainnya, dengan memasukkan starter Hardono Putro Prayogo, Sujudi, Dhanny Harahap Handjojo, dan I Made 'Lolik' Sudiadnyana. Taktik ini jitu: Bhinneka unggul dengan skor 31-24.

    Keunggulan itu membuat Bhinneka meningkatkan tempo serangan di kuarter ketiga. Sebaliknya, sekalipun arsitek Kalila, Toto Sudarsono, juga menurunkan starter Syarief Hidayat Tuanaya, Dian Herjadi, Marlon Adirangga, Ponco Ari Wibowo, dan Rulli Setiawan Tolbing toh pemain Kalila kerepotan menghalau serangan pemain Bhinneka. Ternyata pemain Kalila tak mampu memanfaatkan keunggulan postur tubuh mereka yang tinggi besar sehingga harus takluk dengan skor 42-57.

    Di kuarter terakhir, Kalila tampak berusaha menebus kegagalan di dua kuarter dengan sekuat daya. Namun, Kalila tetap saja kesulitan menandingi perlawanan Bhinneka yang kemudian berjaya 69-58.

    Pelatih Kalila, Toto Sudarsono, menilai permainan kedua tim cukup bagus. Menurut dia, Bhinneka memang sudah selayaknya menang. Alasannya, materi pemain Bhinneka sangat komplet dan sudah berpengalaman. "Itu yang menjadi modal mereka mengalahkan tim kami,'' kata dia.

    Toto juga memuji penampilan Dhanny Harahap Handjojo dari Bhineka yang terpilih sebagai pemain terbaik (MVP) dengan menyumbangkan 20 poin. Kata dia, Dhanny tidak hanya bagus dalam menyerang, tapi juga tangguh dalam bertahan.

    Abdi Purmono-Tempo News Room


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.