Andi Mallarangeng: Kementerian Keuangan Kebobolan 3-0

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Alfian Mallarangeng. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Alfian Mallarangeng. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Andi Mallarangeng heran dengan sikap Kementerian Keuangan yang tetap menyetujui proyek tahun jamak Hambalang kendati punya tiga kali kesempatan menolaknya. "Kalau main bola, ini namanya kebobolan 3-0," kata Andi setelah disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Senin, 28 April 2014

    Bekas Menteri Pemuda dan Olahraga itu mengatakan Kemenkeu merupakan penjaga gawang seluruh proyek yang mengunakan uang negara. Andi juga heran kenapa selama dia menjabat, Menteri Keuangan saat itu, Agus Martowardojo, tak memberi tahu bahwa ada yang kurang dalam pengajuan proyek Hambalang menjadi tahun jamak. (Baca: Andi Mallarangeng Ngotot Tak Bersalah di Hambalang)

    Jika jajaran Kemenkeu melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan menterinya, kata Andi, proyek Hambalang pasti tak akan disetujui menjadi tahun jamak. Sebabnya, dalam pengajuan itu, tak ada tanda tangan langsung dari Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto selaku pemberi rekomendasi proyek tahun jamak, dan dia selaku kuasa pengguna anggaran. "Kalau begitu, yang salah permen-nya atau jajarannya? Saya rasa itu sudah jelas," kata Andi.

    Sebelumnya, dalam sidang, Andi dan Agus sempat saling potong pernyataan. Itu terjadi setelah Andi menanyakan apakah ada kesalahan antara permen dan implementasi yang dilakukan oleh bawahan Agus. (Baca: Andi Mallarangeng Persilakan KPK Usut Adiknya)

    Agus berkukuh dirinya tahu Hambalang bermasalah setelah ada audit internal Kemenkeu pada 2012. Sedangkan Andi menegaskan kalau jajaran Kemenkeu seperti Dirjen Anggaran Anny Ratnawati melaksanakan tugas sesuai permen, Hambalang tak akan disetujui menjadi proyek tahun jamak.

    KHAIRUL ANAM

    Terpopuler:
    Ayah-Ibu Korban JIS Silang Pendapat
    Cawapres Jokowi Muncul di Twitter
    Dua Pria Tersangka JIS Pernah Berhubungan Seks  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.