SBY Kebelet Ketemu Mega Sejak 2004

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden 2009-2014, Susilo Bambang Yodhoyo dan Megawati Soekarno Putri bersalaman sebelum pengundian nomor urut Pilpres, di  Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, (30/5). Foto : TEMPO/Imam Sukamto

    Calon Presiden 2009-2014, Susilo Bambang Yodhoyo dan Megawati Soekarno Putri bersalaman sebelum pengundian nomor urut Pilpres, di Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, (30/5). Foto : TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Bogor - Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hassan enggan berkomentar ihwal kemungkinan Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Demokrat, bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri guna menjajaki kerja sama kedua partai dalam sebuah koalisi. (Baca: Ingin Bicara dengan Mega, SBY Tunggu Takdir Tuhan)

    Syarief justru mengatakan SBY sudah sejak lama ingin bertemu Megawati. "Kalau rencana bertemu sih sudah dari tahun 2004," kata Syarief, di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 26 April 2014. (Baca: Apa Kata Megawati Soal Hubungannya dengan SBY?)

    Rencana itu, menurut Syarief, urung terlaksana lantaran belum ada respons dari Megawati. "Belum ada sambutan," ujar dia. Namun, Syarief menambahkan, SBY tetap membuka pintu ke pimpinan partai apa pun untuk menjalin komunikasi polltik, termasuk dengan Megawati. (Baca: Curhat SBY Soal Hubungannya dengan Mega)

    "Pak SBY sudah mengatakan membuka komunikasi dengan semua pimpinan partai," kata Syarief. Sebabnya, kata dia, SBY berkeyakinan bahwa untuk membangun bangsa, harus ada komunikasi politik antarpimpinan partai. "Tapi komunikasi itu harus bersifat tulus demi kepentingan bangsa."

    PRIHANDOKO


    Topik terhangat:
    Hadi Poernomo | Pelecehan Siswa JIS | Kisruh PPP | Jokowi | Prabowo

    Berita terpopuler lainnya:
    Wawancara Khusus Kepala JIS: Kasus Ini Amat Berat 
    Prabowo-Hatta Dideklarasikan di Grahadi Surabaya
    Aceng Fikri ke Senayan, Menteri Linda Tercengang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.