Buron, Eks Bupati Semarang Menyamar Jadi Ustadz

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dok. TEMPO

    Dok. TEMPO

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Mantan Bupati Semarang yang menjadi buron karena korupsi, Bambang Guritno, ternyata hanya berada di Daerah Istimewa Yogyakarta saja dalam pelariannya. Ia menyamar dengan nama Umar Assidiq dan malang melintang mengisi ceramah pengajian.

    Bahkan, ia yang dulu tidak berjenggot, kini memelihara jenggot agak panjang dan berpeci putih dan bersurban. Ia juga banyak memberi ceramah dari kampus ke kampus. "Ada jemaah dia yang datang dan mengaku kuliah S2 yang sering diberi ceramah Bambang," kata Kepala seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta Purwanta Sudarmadji, Sabtu, 26 April 2014. (Baca juga: Eks Bupati Semarang Ditangkap Saat Isi Pengajian)

    Bambang divonis 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan. Ia terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Sejak 23 Februari 2012, Kejaksaan Negeri Ambarawa menetapkan Bambang sebagai buron.

    Setelah sua tahun dinyatakan buron, Bambang ditangkap di rumah kontrakan di komplek Yadara PJKA, Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, kemarin. Saat ustadz itu ditangkap, jemaah yang jumlahnya sekitar 20 pun kaget.

    Saat ditangkap, Bambang tidak melawan. Tim dari Monitoring Center Kejaksaan Agung dan tim dari Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta menggiring buronan kasus korupsi buku ajar SD/MI 2004 ke kantor Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta di Jalan Sukonandi, Jumat petang.

    Purwanto menambahkan, setelah ditangkap dan dikeler ke kantor Kejaksaan Tinggi, jemaah Bambang juga datang menanyakan ustadz mereka itu. Mereka menanyakan kenapa ustadz itu ditahan.

    Lalu dijelaskan, tim Kejaksaan tidak menangkap Umar Siddiq, tetapi menahan buronan yang bernama Bambang Guritno. Setelah dierlihatkan foto-fotonya, jamaah itu tetap kecewa. "Jemaah bingung, ternyata mereka diajar oleh koruptor," kata Purwanto.

    Bambang mengelak kalau melarikan diri. Namun, ia diminta pengacara untuk menghindar agar tidak dieksekusi. "Saya tidak melarikan diri kok. Cuma suruh menghindar, karena saya tidak tahu hukum," kata Bambang di Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta Jumat lalu.

    MUH SYAIFULLAH

    Berita lain:
    Wawancara Khusus Kepala JIS: Kasus Ini Amat Berat 
    Ahok Sewot, Ini Jawaban Kepala Dinas Pajak
    Aceng Fikri ke Senayan, Menteri Linda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.