Gagal ke Senayan, Roy Suryo Tuding Ada Manipulasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roy Suryo. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Roy Suryo. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus calon legislatif dari Partai Demokrat, Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprodjo, diprediksi gagal melaju ke Senayan. Dia tumbang setelah perolehan suaranya yang sekitar 20 ribu kalah dari caleg separtainya, Ambar Polah Tjahjono, yang mendapat 38 ribu suara di daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta. (Baca: Misbakhun Lolos ke Senayan)

    Dia menuding telah terjadi manipulasi penghitungan suara di sejumlah daerah di DIY yang mengakibatkan suaranya jeblok. Kerabat Keraton Puro Pakualaman yang masa kampanye terbuka telah menyebar baliho berukuran besar bergambar fotonya di tiap penjuru kota dan daerah itu menduga perolehan suaranya sengaja dimanipulasi. Terutama di Kabupaten Gunungkidul serta sebagian Bantul dan Kulonprogo.

    "(Perolehan) suara asli saya telah hilang sekitar 48.800. Ini terlalu mencolok," kata Roy Suryo kepada Tempo, Kamis, 24 April 2014. Roy menduga dari rekapan itu terjadi banyak penggantian angka depan (puluhan) secara masif.

    Komisi Pemilihan Umum DIY, meski telah melakukan rekapitulasi suara, belum menetapkan secara resmi hasil perolehan suara caleg yang bersaing dari tiap partai. Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan meminta seluruh caleg partai, khususnya caleg DPR RI, tak bereaksi dulu terhadap hasil rapat pleno. (Baca: Partai Demokrat Deklarasikan Koalisi pada 19-Mei)

    Soal selisih suaranya yang disebut terpaut sangat jauh dengan rivalnya, Ambar, Roy meminta publik menilai sendiri. Apalagi, Ambar kini terseret kasus dugaan politik uang dengan cara bagi-bagi material bangunan di Gunungkidul saat kampanye terbuka lalu.

    Ketua KPU Gunungkidul Zaenuri Ichsan menyatakan tudingan Roy Suryo adanya manipulasi atau pencurian suara di daerahnya tak berdasar. Meski, KPU Gunungkidul mengakui saat penghitungan suara dari form C1 setelah pemungutan lalu sempat terjadi sejumlah perbedaan penulisan hasil perolehan dan revisi di sedikitnya lima kecamatan.

    Ambar menyakini hasil penghitungan KPU DIY dari rapat pleno semalam bukan manipulasi dan tidak berbeda dengan yang sudah diketahui oleh tim suksesnya dari rekapitulasi tingkat kabupaten/kota. "Ya, memang segitu (jumlah perolehan suaranya), sesuai dengan hitungan kami. Ini amanah rakyat, harus disyukuri, Demokrat akhirnya bisa sumbang satu kursi," tuturnya.

    PRIBADI WICAKSONO


    Berita lainnya:
    Sepupu Nazaruddin Kalahkan Ikhsan Modjo ke Senayan
    Partai Demokrat Gelar Uji Publik Capres Peserta Konvensi
    Anang Hermansyah Mengukir Sejarah PAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.