Hadi Poernomo: Saya Menikahi Anak 'Wong Sugih'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Hadi Poernomo saat menjawab pertanyaan wartawan di kantor BPK, Jakarta, (21/4). Pada 21 April 2014, Hadi Poernomo resmi pensiun sebagai Ketua BPK. Tempo/Tony Hartawan

    Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Hadi Poernomo saat menjawab pertanyaan wartawan di kantor BPK, Jakarta, (21/4). Pada 21 April 2014, Hadi Poernomo resmi pensiun sebagai Ketua BPK. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo pernah bercerita tentang asal kekayaan yang dia miliki. Tersangka kasus pajak BCA itu mengaku sudah kaya jauh sebelum menjadi pejabat pemerintah. Sebelum menjadi ketua BPK, Hadi menjabat Direktur Jenderal Pajak. (Baca: KPK Tetapkan Hadi Poernomo sebagai Tersangka)

    Dalam rubrik investigasi yang dimuat Majalah Tempo edisi 27 Juni 2010, Hadi mengatakan trah (garis keturunan) merupakan persoalan penting buat menjelaskan ihwal kekayaannya. Dari trah itulah dia mengaku mendapat hibah sejumlah harta yang dilaporkan ke KPK. “Iya, karena memang hibah, diberikan sebelum orang tua saya meninggal,” kata Hadi pada Tempo, pertengahan Juni 2010 lalu.

    Menurut Hadi, kakeknya adalah Raden Abdul Gani, dulu patih atau wakil bupati Sampang. Sang kakek, memiliki anak antara lain Raden Abdul Hadi Notosantoso dan Halim Perdanakusuma, pahlawan nasional yang namanya diabadikan sebagai nama pangkalan udara di Jakarta.

    Abdul Hadi adalah ayah Hadi. Dia pernah menjadi sekretaris daerah Pamekasan, Jember, lalu sekretaris Karesidenan Kediri, dan terakhir bupati yang diperbantukan di Nganjuk, Jawa Timur.

    Bekas Direktur Jenderal Pajak itu lalu menyatakan Melita Setyawati, istrinya, pun berasal dari keluarga terpandang. Ibu Melita, Nyonya Suprapti, adalah cucu Dr Wahidin Sudirohusodo, pahlawan pendiri Budi Utomo. Adapun Raden Soedadi Prodjosutedjo, ayah Melita, terakhir menjadi Kepala Kantor Pajak Jakarta Raya. “Jadi saya menikahi anak wong sugih.” Dia menambahkan, “Alhamdulillah, aku ikutan sugih.”

    Berdasarkan laporan kekayaan yang disampaikan ke KPK, Februari 2010, Hadi tercatat memiliki harta senilai Rp 38 miliar. Namun semua harta itu dilaporkan sebagai hibah. Dari penelusuran Tempo, ternyata ia juga memiliki sejumlah harta yang tidak dicantumkan dalam laporan. (Baca: Harta Hadi Poernomo, dari Bekasi hingga California)

    Senin, 21 April 2014, KPK menetapkan Hadi sebagai tersangka kasus pajak BCA. Pengumuman itu tepat di hari ulang tahunnya yang ke-67. Pada hari yang sama, Hadi juga merayakan pelepasan jabatannya di kantor BPK. Padahal seusai pisah-sambut, Hadi sempat menyatakan ingin menghabiskan waktu pensiunnya untuk mengurus cucu. (Baca: Lonjakan Kekayaan Hadi Poernomo)

    TIM TEMPO | IRA

    Terpopuler:

    Saksi: BI Temukan Tujuh Pelanggaran Bank Century
    Jadi Bandar Sabu, Bekas Anggota Dewan Ditangkap
    Enam Inkumben Dapil IV Jatim Gagal ke Senayan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.