Kasus Hadi Poernomo, Ini Sebab BCA Belum Dijerat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menara Bank Central Asia (BCA. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Menara Bank Central Asia (BCA. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Hadi Poernomo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi keberatan pajak PT Bank Central Asia. Meski begitu, KPK belum menjerat pejabat BCA.

    Menurut Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, penyidik ingin bekerja secara akurat dalam penyidikan. (Baca juga: Efek Kasus Hadi, Saham BCA Turun 150 Poin.) "Itu istimewanya KPK, tak bisa mempercepat kalau tak akurat," kata Busyro, Selasa, 22 April 2014.

    KPK mempunyai prinsip bergerak tepat, akurat, dan akuntabel. Namun Busyro menolak bila KPK dikatakan lamban. "Kalau lamban kan lola, alias loading-nya lama." (Skandal Pajak Hadi Poernomo, KPK Endus Peran BCA)

    Dalam tahap penyelidikan, Busyro melanjutkan, penyidik pernah memeriksa perwakilan BCA. Ke depannya, KPK bakal memanggil siapa pun, termasuk staf BCA, untuk diperiksa di tingkat penyidikan. "Siapa saja, nanti harus dipanggil sebagai saksi berdasarkan penyelidikan sebelumnya dan penyidikan saat ini," ujar Busyro. "Jadi sasarannya memang begitu." (Hadi Poernomo Tersangka, BCA Bakal Buka Mulut)

    Hadi menjadi tersangka pada 21 April 2014, tepat pada hari pensiunnya sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sekaligus ulang tahunnya ke-67. Penyidik menganggap Hadi melakukan kejahatan korupsi ketika menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2002-2004.

    Melalui nota dinas ND-192/PJ/2004, ia mengabulkan permohonan keberatan pajak BCA atas koreksi fiskal pemeriksa pajak senilai Rp 5,7 triliun. Perbuatannya merugikan negara sebesar Rp 375 miliar. (Harta Hadi Poernomo, dari Bekasi hingga California)

    Untuk memperlancar penyidikan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melarang Hadi bepergian ke luar negeri. Wakil Menteri Hukum Denny Indrayana mengatakan pencegahan itu dilakukan berdasar surat permintaan dari KPK dan berlaku hingga enam bulan ke depan.

    MUHAMAD RIZKI | NUR ALFIYAH

    Terpopuler:
    Lonjakan Kekayaan Hadi Poernomo 
    KPK Isyaratkan Periksa BCA Terkait Kasus Ketua BPK 
    Tersandung Skandal Pajak, Ini Reaksi Bos BCA  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?