6 Cerita Mengejutkan di Balik Konflik PPP  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suryadharma Ali bersama Prabowo Subianto melambaikan tangan bersama seusai menggelar jumpa pers hasil pertemuan mereka di kantor DPP PPP, Jakarta Pusat (18/4). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Suryadharma Ali bersama Prabowo Subianto melambaikan tangan bersama seusai menggelar jumpa pers hasil pertemuan mereka di kantor DPP PPP, Jakarta Pusat (18/4). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Konflik internal di Partai Persatuan Pembangunan yang mulai memanas sejak akhir Maret 2014 mencapai klimaks pada Ahad dinihari, 20 April 2014.

    Rapat pimpinan nasional yang digelar di kantor Dewan Pimpinan Pusat PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, akhirnya memutuskan pemecatan sementara Suryadharma Ali sebagai ketua umum.

    Namun, jauh sebelum Suryadharma digulingkan, drama perpecahan di tubuh partai berlambang Kakbah ini sudah hiruk pikuk. Berikut ini enam cerita mengejutkan di balik konflik PPP.  



    1. Muncul dalam Kampanye Gerindra

    Konflik internal di PPP bermula dari kemunculan Suryadharma dalam kampanye akbar Partai Gerakan Indonesia Raya yang diadakan di Gelora Bung Karno, Ahad, 23 Maret 2014. Suryadharma datang mengenakan atribut PPP dan kopiah hitam. Menteri Agama ini datang bersama Ketua DPP PPP Djan Faridz. (Baca: Suryadharma Ali: Saya Jatuh Cinta pada Prabowo). 

    Suryadharma mengaku terpukau dengan sosok Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto, yang juga calon presiden dari partai itu. Sebabnya, kata Suryadharma, tekad Prabowo untuk mengubah Indonesia sangat tinggi. "Saya jatuh cinta dengan sosok Prabowo dan visi-misinya," kata Suryadharma saat berpidato dalam kampanye Gerindra itu.

    Tak hanya itu, Suryadharma juga mengatakan Prabowo sosok yang penuh toleransi dalam beragama. Suryadharma mengklaim jarang ada orang seperti Prabowo. Ia yakin Indonesia dapat lebih baik jika ditangani oleh Prabowo dan Gerindra. "Dengan seyakin-yakinnya, Prabowo orang yang tepat menjadi presiden," ujarnya.



    2. Rencana Penggulingan Suryadharma

    Wakil Ketua Umum PPP Emron Pangkapi mengatakan Suryadharma bisa dicopot dari jabatan ketua umum. Alasannya, Menteri Agama itu dianggap sudah melanggar aturan partai karena terlihat mesra dengan Gerindra. "Pelanggarannya termasuk berat, harus ada sikap tegas dari partai," kata Emron saat dihubungi, Rabu, 9 April 2014. (Baca: Suryadharma Tuduh Penentang Ditunggangi Pihak Lain)

    Menurut Emron, sanksi pemberhentian itu sudah sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai. Dalam aturan, tindakan Suryadharma menghadiri acara Gerindra termasuk mencemarkan partai. "Itu tindakan paling buruk dalam berpartai, karena saat partai sedang berlomba-lomba justru Suryadharma bersama partai lain."

    Dia menyebutkan tindakan Suryadharma yang bermanuver ke kubu Gerindra sebagai kecelakaan sejarah. Dia berharap kejadian tersebut tak berdampak signifikan dan PPP tetap bisa mencapai target minimal 10 persen suara. "Nasi sudah jadi bubur, dan itu bagian titik lemah kami. Sebagai pimpinan partai, mungkin dia khilaf," ucap Emron.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.