Rabu, 20 Juni 2018

4 Spekulasi Jejak MH370 Tak Terpantau Radar TNI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grafis dari Commonwealth of Australia (Geoscience Australia) Dr. Robin Beaman, James Cook University, menunjukkan area pencarian  MH370 di Broken Ridge, Samudra Hindia Selatan. Dengan kedalaman 800 meter hingga lebih dari 5000 meter. (AP Photo/Commonwealth of Australia (Geoscience Australia) Dr Robin Beaman, James Cook University)

    Grafis dari Commonwealth of Australia (Geoscience Australia) Dr. Robin Beaman, James Cook University, menunjukkan area pencarian MH370 di Broken Ridge, Samudra Hindia Selatan. Dengan kedalaman 800 meter hingga lebih dari 5000 meter. (AP Photo/Commonwealth of Australia (Geoscience Australia) Dr Robin Beaman, James Cook University)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pejabat militer senior pemerintah Malaysia menduga pesawat Malaysia Airlines MH-370 yang hilang misterius itu sempat terbang di atas perairan Indonesia. "Dari hasil investigasi terbaru, pesawat keluar dari jalur radar militer Malaysia dan sempat masuk ke wilayah Indonesia," ujar sumber itu seperti yang kutip dari CNN, Ahad, 6 April 2014.

    Sumber tersebut mengatakan dugaan sementara itu didapat dari data satelit terbaru. Setelah meninjau jalur radar dari beberapa negara tetangga, kata sumber itu, MH-370 diduga pernah berbelok ke utara dari Indonesia sebelum berputar ke arah selatan menuju Samudra Hindia.

    Hingga siang ini, pejabat militer di Mabes TNI AU dan Kementerian Pertahanan belum dapat dikonfirmasi. Namun sebelumnya, sejumlah spekulasi mengenai alasan radar militer Indonesia tak mendeteksi keberadaan MH-370 sudah bermunculan. Berikut alasannya:



    1. Dua Radar di Aceh Tak Mendeteksi

    Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto mengatakan radar militer Indonesia tak menangkap obyek berupa pesawat Malaysia Airlines MH370. Kepastian itu sudah disampaikan perwira penghubung TNI ke militer Malaysia. "Kami sudah berkoordinasi. Radar militer kami tak menangkap obyek yang diduga MH-370 itu," kata Hadi kepada Tempo, Sabtu, 15 Maret 2014. (Baca: Cari MH370, TNI AU Menyisir Pulau Rondo Aceh).

    Menurut Hadi, TNI sudah memeriksa dua radar milik TNI AU yang masing-masing terletak di Lhokseumawe dan Sabang di Provinsi Aceh. Kedua lokasi itu terletak di ujung utara Pulau Sumatera. Wilayah pantauan radar ini bersinggungan langsung dengan perairan Pulau Perak dan Samudera Hindia. Ia mengkonfirmasikan radar penerbangan sipil tak akan bisa mendeteksi MH-370. "Jika transpondernya dimatikan, hanya radar militer yang bisa mendeteksi," kata Hadi.



    2. Radar TNI Masih Bagus

    Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto kembali menegaskan pesawat MH-370 semenjak hilang kontak tak melintasi wilayah udara Indonesia. Menurut dia, radar milik TNI AU dalam kondisi bagus dan tidak mendeteksi pesawat MH370. Ia mengaku sudah mengecek radar di Sabang dan tidak ditemukan rekaman pesawat Boeing 777-200ER melintasi udara Indonesia. (Baca: TNI Akan Beli Radar Udara Baru). 

    "Semua spekulasi masih katanya melintas, kita juga tidak tahu melintas atau tidak. Radar tidak mendeteksi obyek radar MH370," kata dia ketika dihubungi Tempo, pada 25 Maret 2014. "Radar kita beroperasi 24 jam," kata Hadi saat dihubungi Tempo, Selasa, 25 Maret 2014. (Baca juga: Info Radar MH370 Mungkin Sengaja Disembunyikan).  



    3. Jalur MH-370 Padat

    Soal kemampuan radar Indonesia Direktur Teknologi PT Dirgantara Indonesia, Andi Alisjahbana, menjelaskan ada kemungkinan pesawat itu melewati wilayah udara Indonesia. Namun, bisa saja keberadaannya tidak terpantau karena jalur itu selalu padat dalam waktu 24 jam. Begitu pun radar militer. Perlu radar sekunder untuk mengidentifikasi obyek yang berhasil mereka deteksi," kata Andi, Selasa, 25 Maret 2014. (Klik juga: Radar TNI yang Mungkin Memantau Malaysia Airlines). 

    "Kalau radar militer perlu keahlian intelijen untuk melakukan identifikasi pesawat," katanya. Selain itu, radar militer Indonesia bisa saja tidak beroperasi ketika pesawat itu menghilang. Hal itu wajar karena Indonesia tidak sedang dalam kondisi perang dengan negara lain. Radar militer biasanya, kata dia, aktif 24 jam jika dalam siaga perang dengan negara lain. "Tapi kebijakan itu tentu ada di Kementerian Pertahanan dan TNI," ujarnya.



    4. Rahasia Pertahanan Negara

    Mantan Kepala Staf Angkutan Udara Marsekal TNI Purnawirawan Chappy Hakim mengatakan kemampuan radar militer dalam mendeteksi pesawat yang melintasi wilayah Indonesia menjadi rahasia negara. "Jangan mendiskusikan sistem pertahanan kita sendiri," katanya kepada Tempo, Kamis, 27 Maret 2014. Masih menurut Chappy, kemampuan radar itu rahasia negara. (Baca pula: Pengamat: Info MH370 Diduga Sengaja Ditutupi).

    Chappy menilai radar militer Indonesia kemungkinan bisa mendeteksi keberadaan MH370 ketika masuk ke wilayah udara Indonesia. Namun, seumpama benar, dia merasa pihak TNI tak ingin mengumumkannya. "Sebab, radar itu bagian dari sistem pertahanan negara yang tak boleh diumumkan. Itu bukan bahan publikasi." Menurut Chappy, mempublikasikan kemampuan radar berarti membuka isi perut pertahanan negara.

    EVAN KOESOEMAH | BOBBY CHANDRA | PDAT DIOLAH TEMPO


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Libur Lebaran dengan Helikopter, Siapa Takut?

    Helikopter menjadi sarana transportasi yang efektif menghindari macet. Orang-orang berduit memilih menggunakannya, termasuk di libur Lebaran ini.