Kiai Maman, Caleg Pembela Ahmadiyah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Dari kiri) Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq, Ketua DPP PKB Ida Fauziah, Luluk Hamidah, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, bersama Sekjen PKB Iman Nahrawi dan Wasekjen PKB Anggia Ermarini menghadiri peringatan 1000 Hari Wafatnya KH Abduramah Wahid (Gusdur) di kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu, (26/9). TEMPO/Dasril  Roszandi

    (Dari kiri) Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq, Ketua DPP PKB Ida Fauziah, Luluk Hamidah, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, bersama Sekjen PKB Iman Nahrawi dan Wasekjen PKB Anggia Ermarini menghadiri peringatan 1000 Hari Wafatnya KH Abduramah Wahid (Gusdur) di kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu, (26/9). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Maman Imanulhaq, 41 tahun, dikenal sebagi kiai muda Nahdlatul Ulama yang membela pluralisme. Dia juga merupakan satu dari sebelas kiai muda NU yang membela Ahmadiyah. "Saya ingin mengukuhkan kembali kesadaran bahwa keberagaman adalah intisari berbangsa. Persoalan rumit dan kompleks yang menimpa bangsa ini hanya bisa diselesaikan dengan ide, pikiran, dan kerja semua elemen masyarakat yang beragam," kata Maman, seperti dikutip majalah Tempo edisi 30 Maret 2014.

    Bukti pembelaannya terhadap Ahmadiyah adalah Maman menjadi salah satu pemohon uji materi atas Undang-Undang tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Penodaan Agama pada 2010. Maman bersama sepuluh organisasi dan perorangan meminta empat pasal dalam undang-undang itu dihapus karena melanggar kebebasan memeluk agama dan keyakinan, sebagaimana dijamin konstitusi. Permohonan itu ditolak Mahkamah Konstitusi.

    Lantaran membela Ahmadiyah, Maman yang juga pendiri dan pengelola Pondok Pesantren Al-Mizan di Desa Ciborelang, Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, ini pernah menjadi korban kekerasaan saat menghadiri acara Peringatan Kelahiran Pancasila 1 Juni 2008. Acara itu diadakan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Monumen Nasional. (Baca: Laskar Pembela Islam Akui Serang AKKBB)

    Pada saat peringatan, sejumlah orang yang mengenakan atribut salah satu organisasi massa Islam menyerang. Maman dipukuli dan diinjak-injak hingga dirawat di rumah sakit. Meski babak belur, Maman tak surut membela Ahmadiyah.

    Maman mengatakan pembelaannya terhadap Ahmadiyah akan terus dibawa ke parlemen. Maman yang menjadi calon legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa nomor urut 1 di daerah pemilihan Jawa Barat 9, yakni Subang, Majalengka, dan Sumedang, ini berjanji, jika terpilih, dirinya akan memperjuangkan kasus pelanggaran hak asasi manusia yang dialami jemaah Ahmadiyah di Majalengka. Lebih dari itu, Maman juga bertekad menerapkan pluralisme di DPR. (Baca selengkapnya di Edsus: Dicari Caleg Jujur)

    TIM TEMPO | RINI K

    Topik terhangat:
    MH370 | Kampanye 2014 | Jokowi | Prabowo | Lumpur Lapindo

    Berita terpopuler lainnya:
    Siapa Pengusaha RI yang Saweran dengan Bill Gates? 
    Bayi 9 Bulan Didakwa Pembunuhan Berencana
    Agnes Monica Cuek Soal Fashion


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.