Rabu, 14 November 2018

Caleg NasDem Siap Jadi seperti Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memberikan keterangan kepada wartawan terkait majunya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi maju sebagai calon Presiden pada pemilu 2014 di Balaikota, Jakarta Pusat, Jakarta (14/3). Dalam keterangannya Ahok menyatakan siap menggantikan posisi Gubernur dan mendukung pencalonan Jokowi sebagai presiden dari partai PDI-P. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memberikan keterangan kepada wartawan terkait majunya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi maju sebagai calon Presiden pada pemilu 2014 di Balaikota, Jakarta Pusat, Jakarta (14/3). Dalam keterangannya Ahok menyatakan siap menggantikan posisi Gubernur dan mendukung pencalonan Jokowi sebagai presiden dari partai PDI-P. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Solo - Seorang calon legislator dari Partai NasDem asal Solo, Oktino Setyo Irawan, menumpang ketenaran nama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam alat peraga kampanyenya. Dia memasang baliho berukuran besar di sejumlah titik dengan slogan "Siap menjadi seperti Ahok".

    Oktino menyatakan dia merupakan salah satu pengagum Ahok. "Ahok sudah menjadi milik masyarakat, bukan hanya milik partai tertentu," katanya, Rabu, 26 Maret 2014. Karena itu, dia merasa tidak ada masalah dalam pencantuman nama Ahok tersebut meski dia berbeda partai. (Baca : Diserang Sayap PKS, Ahok: Aku Sudah Biasa)

    Kebetulan, Oktino yang berprofesi sebagai pengusaha bidang interior itu juga berlatar belakang etnis Tionghoa. Dia berharap penggunaan slogan tersebut bisa memudahkan masyarakat untuk mengenalnya. "Saya betul-betul siap menjadi seperti Ahok yang tegas, jujur, dan bersih," katanya. (Baca : Ahok Kesal Bus dari Cina Minta Diterima)

    Dia juga mengaku saat kecil sering dipanggil dengan nama Ahok oleh teman-temannya. "Nama Tionghoa saya adalah Koo Thiam Hok," katanya. Hanya, nama Tionghoa itu memang tidak pernah digunakan lantaran dilarang Orde Baru.

    AHMAD RAFIQ

    Terpopuler:
    2 Kemungkinan Penyebab Jatuhnya MH370 
    Sayap PKS Tolak Ahok Jadi Gubernur
    Hatta Akui Realistis Jokowi Bakal Jadi Presiden  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.