Selasa, 19 Juni 2018

Sindir Capres Lain, Prabowo: Kau Pembohong!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prabowo bersama Jokowi. facebook.com

    Prabowo bersama Jokowi. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya, Prabowo Subianto, menyebut ada seseorang yang memintanya agar berpolitik secara santun. Permintaan tersebut, kata Prabowo, muncul setelah dirinya kerap mengomentari pribadi orang lain ketika berkampanye. 

    "'Pak Bowo, sekarang bicara yang baik-baik saja. Jangan mengomentari pribadi orang lain. Politik harus santun.' Ya, saya setuju politik harus santun. Tapi, hai, kau pembohong, hai, kau maling," kata Prabowo seusai deklarasi pencalonannya oleh Indonesia Bisa di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu, 22 Maret 2014. (Baca: Tetap Bela Jokowi, Ahok Juga Dukung Prabowo).  

    Namun Prabowo enggan menjelaskan siapa sosok yang dia maksud telah memintanya untuk berpolitik lebih santun. Prabowo menilai publik sudah paham sosok yang dia maksud. "Kamu wartawan kayak enggak tahu aja, ha-ha-ha. Mancing-mancing aja lu, ah," katanya. (Baca: Jokowi Diserang Kubu Prabowo, Apa Reaksi Ahok?). 

    Sebelumnya, Prabowo secara tak langsung sempat meminta publik tak memilih calon presiden yang mencla-mencle. Ungkapan Prabowo itu lantas diasosiasikan publik ke sosok Jokowi, saingan berat Prabowo dalam pilpres mendatang. Bukannya membalas, Jokowi yang mendapat sindiran itu justru meminta agar orang yang menyindirnya untuk berpolitik dengan santun. (Baca: Prabowo Mulai Bergerilya Menekan Jokowi). 

    KHAIRUL ANAM

    Topik terhangat:
    Kampanye 2014 | Jokowi Nyapres | Malaysia Airlines | Pemilu 2014 | Kasus Century

    Berita terpopuler lainnya:
    Ditanya Video Ical-Marcella, Ical Tertawa
    Inilah Hasil Pengundian Perempat Final Liga Champions
    Video ARB-Marcella, Idrus: Kami Ajak Banyak Orang
    Kisah Baterai Lithium dan 4 Ton Manggis di Bagasi MH370


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Timnas dengan Trofi Piala Dunia Terbanyak

    Merebut gelar juara di Piala Dunia bukan hal yang mudah. Dalam kompetisi empat tahunan itu, tim nasional dari berbagai negara harus bersaing ketat.