Terkait Asap, Gubernur Riau Bentak Kapolres

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jembatan Siak III ditutupi kabut asap di Pekanbaru, Riau (13/3). Kabut asap dampak dari kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau semakin pekat, Pemerintah Provinsi Riau terus menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mengenakan masker pelindung bila beraktivitas diluar ruangan karena kualitas udara di Pekanbaru dalam level bahaya. ANTARA/Rony Muharrman

    Jembatan Siak III ditutupi kabut asap di Pekanbaru, Riau (13/3). Kabut asap dampak dari kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau semakin pekat, Pemerintah Provinsi Riau terus menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mengenakan masker pelindung bila beraktivitas diluar ruangan karena kualitas udara di Pekanbaru dalam level bahaya. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Gubernur Riau Annas Maamun membentak Kepala Kepolisian Bengkalis Ajun Komisaris Besar Andry Wibowo karena menolak menyebutkan nama buronan yang diduga pembakar hutan Riau. Peristiwa itu terjadi di Posko Penanggulangan Bencana Asap di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, pada Kamis, 20 Maret 2014.

    Andry Wibowo menjelaskan identitas orang-orang tersebut sengaja dirahasiakan untuk kepentingan penyidikan. Tak terima dengan sanggahan itu, Annas mengatakan, "Anda siapa? Saya ini gubernur, Anda jangan begitu."

    Andry menjelaskan telah meminta Annas tidak menyebutkan nama buronan agar tidak dikutip oleh wartawan karena masih dalam pencarian. "Jika nama tersebut terekspos, nanti para buronan bisa kabur lebih  jauh," kata Andry. 

    Annas tidak terima diinterupsi. "Saya ini diminta oleh satgas bertanya dengan pelaku perambah ini. Saya ini gubernur, Anda jangan begitu," ujarnya, sembari menjauhkan mikrofon dari mulutnya. Annas tampak kesal disanggah. 

    Di waktu yang sama, Annas juga memarahi wartawan saat meliput pertemuan tersebut. Dia menuduh wartawan membuat berita bohong terkait kemarahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepadanya. "Saya kesal dengan wartawan, menulis saya dimarahi Presiden. Mana ada saya dimarahi Presiden, jangan buat berita bohong," katanya. (Baca: Gara-gara Berita Asap, Gubernur Riau Usir Wartawan)

    RIYAN NOFITRA

    Topik terhangat:
    Kampanye 2014 | Jokowi Nyapres | Malaysia Airlines | Pemilu 2014 | Kasus Century

    Berita terpopuler lainnya:
    Ketua KPK: Hedonis, Nurhadi Dekat dengan Korupsi
    Subsidi Membengkak, Hatta: RFID Omong Doang!
    Ini Spesifikasi Samsung Galaxy S5 di Indonesia
    Bali, Obyek Wisata yang Paling Disukai Warga Rusia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.