Proyek Tol Gempol-Pandaan Rusak Rumah Warga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruas jalan tol Surabaya-Porong. TEMPO/Abdi Purmono

    Ruas jalan tol Surabaya-Porong. TEMPO/Abdi Purmono

    TEMPO.CO, Pasuruan - Puluhan warga Dusun Patuk, Desa Gempol, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, terpaksa mengungsi lantaran lantai rumah mereka retak akibat terdesak fondasi dan tanggul proyek pembangunan jalan tol ruas Gempol-Pandaan. "Bahaya kalau tetap dihuni, keluarga saya mengungsi ke rumah kerabat," kata seorang warga, Udin, Rabu, 19 Maret 2014. (Baca : Pembangunan Tol Gempol - Pasuruan Dimulai).

    Udin dan keluarganya baru menghuni rumah itu dua bulan lalu setelah rampung dibangun. Namun kini rumah tersebut mereka tinggalkan karena sudah tidak layak ditinggali. "Daripada rusaknya tambah parah, lebih baik kami mengungsi," ujar Udin.

    Sekitar 97 jiwa penghuni 22 rumah terpaksa angkat kaki dari rumahnya masing-masing. Dari 22 rumah tersebut, tiga di antaranya berkondisi sangat parah dan nyaris roboh. Dinding dan lantai rumah sudah retak. Tiang pondasi pun miring. Kerusakan rumah-rumah itu disebabkan oleh pergerakan tanah yang terdesak fondasi proyek tol yang hanya berjarak tiga-lima meter dari permukiman warga. (Baca : Pembangunan Tol Malang-Pandaan Perlu Dipercepat).

    Berdasarkan pantauan Tempo, warga setempat mengeluarkan seluruh isi rumah yang masih bisa diselamatkan dan diangkut menggunakan mobil pikap ataupun motor bak terbuka ke tempat yang lebih aman. "Enggak semua bisa diselamatkan, karena bahaya kalau masuk rumah," kata warga lainnya, Mahfud. Tanah di belakang rumah Mahfud menyembul sehingga dinding dan lantai rumahnya retak. "Kami mengungsi ke rumah saudara di Beji, Pasuruan," katanya.

    Karang Taruna Dusun Patuk membantu masyarakat mengangkut perabotan rumah yang bisa diselamatkan. "Kami memiliki dua motor bak terbuka dan digunakan untuk membantu warga," kata anggota Karang Taruna, Zainuri. Menurut Zainuri, seluruh warga memilih mengungsi karena gerakan tanah bisa merobohkan rumah sewaktu-waktu.

    Perangkat desa dan kecamatan setempat masih melakukan pendataan dan akan memintai tanggung jawab pelaksana proyek baik PT Jasa Marga maupun PT Waskita Karya. "Sudah kami laporkan ke desa dan kecamatan agar warga mendapat ganti rugi," kata Kepala Dusun Patuk, Samsul. (Baca juga : Proyek 24 Ruas Tol Terancam Mangkrak).

    ISHOMUDDIN

    Berita Terpopuler
    Media Malaysia Sebut RI Bantu AS Sembunyikan MH370
    Wartawan Prancis Bikin Menhan Malaysia Melongo  
    Komandan Polisi Tewas Ditembak di Mapolda Metro  
    KPK Sita Rp 400 Juta, Biaya Nikah Putri Rudi

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?