Usman-Harun Muncul dalam Pameran di JCC

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sersan Pertama Hari dan Sersan Pertama Ahmad saat memerankan Usman dan Harun (anggota KKO, kini Korps Marinir) dalam pameran pertahanan di Jakarta Convention Center Jakarta, (19/3). TEMPO/Amri Mahbub

    Sersan Pertama Hari dan Sersan Pertama Ahmad saat memerankan Usman dan Harun (anggota KKO, kini Korps Marinir) dalam pameran pertahanan di Jakarta Convention Center Jakarta, (19/3). TEMPO/Amri Mahbub

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua anggota Korps Komando (sekarang Korps Marinir) TNI Angkatan Laut, Sersan Dua Usman dan Kopral Harun Said, seperti hidup kembali dalam Jakarta International Defence Dialogue 2014 di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Maret 2014. Dua anggota Korps Marinir yang wajahnya mirip dengan Usman-Harun tampil di stan TNI Angkatan Laut.

    Sejumlah perwira pertama hingga perwira tinggi bergantian foto bersama. "Mirip sekali kalian," ujar salah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Laut kepada dua orang yang memiliki nama asli Hari dan Ahmad itu.

    Sersan Hari dan Sersan Ahmad, yang memerankan Usman-Harun, mengatakan mereka diperintah atasan. "Namanya tentara, jika ada perintah dari atasan harus siap," ujar Sersan Ahmad kepada Tempo. "Dapat perintah sampai besok," kata Hari.

    Anggota Komisi Pertahanan DPR RI, Susaningtyas Nefo Kertapati Hadayani, menjadi salah satu orang yang berfoto bersama dengan "Usman dan Harun" itu. "Saya harus foto, nih, sama Usman-Harun," ujarnya. (baca: Warga Singapura Tak Persoalkan Nama KRI Usman Harun)

    Usman-Harun adalah prajurit Korps Marinir yang melakukan pengeboman di gedung MacDonald House di Orchard Road, Singapura. Ketika itu pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Sukarno melancarkan operasi Dwikora untuk menggagalkan pembentukan negara boneka Singapura oleh Malaysia.

    Kedua prajurit itu tertangkap dan pengadilan Singapura menjatuhkan hukuman gantung. Usman-Harun dieksekusi di Singapura pada 17 Oktober 1968. Begitu jenazah mereka tiba di Tanah Air, Usman-Harun dielu-elukan sebagai pahlawan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

    Pada Mei 1973, Perdana Menteri Singapura saat itu, Lee Kuan Yew, berkunjung ke Indonesia dan menabur bunga di makam kedua prajurit ini. Saat ini Singapura dipimpin Perdana Menteri Lee Hsien Loong, yang merupakan putra tertua Lee. Untuk menghormati jasa keduanya, TNI Angkatan Laut memakai nama mereka untuk menamai kapal barunya.

    AMRI MAHBUB

    Terpopuler
    Atraksi F-16 Pukau Pengunjung Singapore Airshow
    Sebelum Digantung, Usman-Harun Disiksa?
    Cara Bung Hatta Penuhi Sumpah untuk Usman Harun
    Usman-Harun Digantung, Bung Hatta Bersumpah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.