Cara SBY Atasi Asap Kebakaran Hutan Riau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter TNI AD mengudara saat persiapan Satuan Tugas TNI, di Lapangan Udara TNI AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, (15/3). TNI mengirim 1.800 prajurit untuk membantu memdamkan kebakaran lahan dan hutan di Propinsi Riau.  TEMPO/Imam Sukamto

    Helikopter TNI AD mengudara saat persiapan Satuan Tugas TNI, di Lapangan Udara TNI AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, (15/3). TNI mengirim 1.800 prajurit untuk membantu memdamkan kebakaran lahan dan hutan di Propinsi Riau. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Ahad, 16 Maret 2014 masih berada di Riau. Dia memantau upaya pemadaman api yang membakar hutan di provinsi tersebut. SBY memimpin langsung penanganan beberapa titik kebakaran. Sekitar pukul 15.00 WIB, SBY amemberikan pengarahan kepada semua kalangan, termasuk para pengusaha hutan dan perkebunan.

    Langkah yang ditempuh SBY, yaitu mengerahkan pasukan militernya membantu tim pemadam yang sudah sebulan kewalahan menjinakkan api. Berikut ini hasilnya.

    Jarak pandang akibat asap di Riau pada Ahad pukul 10.00 WIB mulai membaik dibandingkan sebelumnya yaitu 2 kilometer. Dumai 800 meter, Padang 800 meter. Menurut SBY, keberhasilan ini berkat modifikasi awan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

    Melalui modifikasi ini kemarin hujan cukup merata terjadi di Rohil, Dumai, Rohul, Pekanbaru, Kampar, Kuansing, Inhu dan Pelalawan. Hotspot dari satelit NOAA18 pada Ahad pagi berjumlah 3 titik: Bengkalis 2 dan Rohil 1 titik. Hotspot satelit Aqua/Terra (MODIS) pada hadi yang sama Riau 171 titik, tersebar di Bengkalis 24, Inhil 32, Meranti 28, Pelalawan 9 dan Siak 78.

    Satuan Tugas udara juga berhasil melakukan 60 kali water bombing di daerah cagar biosfer Giam Siak Kecil. Pagi ini, Senin 17 Maret 2014, sebanyak 9 helikopter dikerahkan untuk water bombing, 2 pesawat Hercules TNI Angkatan Udara  dan 1 Cassa untuk hujan buatan di Riau.

    Satuan Tugas darat sudah pula memadamkan lahan seluas 15.837 hektare dari total lahan yang terbakar seluas 19.538 hektare. Areal yang terbakar lebih dari luas angka  tersebut karena beberapa tempat belum dapat dijangkau. Hal ini akibat dari sulitnya medan dan tidak adanya air.

    Menurut SBY, upaya pemadaman terus dilakukan baik dari darat, udara dengan water bombing dan hujan buatan. Untuk penegakan hukum, hingga kemarin kepolisian setempat menangani 40 kasus, 60 tersangka, 7 penyelidikan, 33 penyidikan, 5 orang buron. Menyidik 1 perusahaan berinisial PT NSP.(Baca: TNI Kerahkan 1.800 Pasukan ke Riau)

    Panglima TNI Jenderal Moeldoko geram mendengar keterlibatan oknum prajurit dalam pembakaran dan pembalakan liar di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Bengkalis, Riau. Moeldoko mengatakan, "Saya akan habisi prajurit yang terlibat pembakaran dan pembalakan liar. Pasti..!," kata dia di Posko Penanggulangan Bencana Asap, Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Ahad, 16 Maret 2014.

    Moeldoko menyebutkan, keterlibatan prajurit dalam kasus illegal loging dan pembakaran lahan merupakan pelanggaran keras. Menurut dia, pembakaran lahan yang menimbulkan kabut asap merupakan suatu kejahatan kemanusian. Sebab, ribuan warga terkena dampak buruk terpapar asap. Kesehatan masyarakat terganggu, aktifitas pendidikan dan perekonomian lumpuh. "Sekali lagi ada prajurit saya terlibat dalam masalah ini, akan saya tindak tegas," ujarnya.

    Yang dimaksud oknum TNI Angkatan Darat itu adalah Sersan Mayor SD. Tersangka ini merupakan pemain lama dalam kasus illegal loging, yang ditangkap oleh Detasemen Polisi Militer Pekanbaru di Medan. "Saat ini sudah kami tahan, penyidik masih mendalami penyelidikan untuk mengetahui keterlibatan pihak lain," kata Komandan Denpom Mayor CTM, Tugino, kepada wartawan.

    RIYAN NOFITRA

    Berita Terkait:

    Padamkan Kebakaran Hutan, TNI Pakai Bom Air
    Pantau Bencana Asap, Sore Ini SBY Bertolak ke Riau
    Pagi Ini Asap di Riau Masih Pekat
    Kebakaran Hutan, SBY: Terjadi Lagi, Riau Lagi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.