Prabowo Sempat Dilarang Berikan Topi ke Kader  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menunjukkan sebuah mobil relawan kesehatan untuk berkeliling Pulau Jawa di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta (16/3). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menunjukkan sebuah mobil relawan kesehatan untuk berkeliling Pulau Jawa di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta (16/3). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Sragen - Sebuah insiden kecil terjadi saat Prabowo Subianto berkampanye di Lapangan Masaran, Sragen, Jawa Tengah, Minggu siang, 16 Maret 2014. Setelah berorasi di atas panggung, Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini ingin memberikan topi yang dia pakai ke kader yang memadati lapangan. Topi itu bergambar burung garuda dan tiga buah bintang.

    "Saya ingin memberikan topi ini pada kalian. Siapa yang mau? Prabowo berteriak di atas panggung. Sontak ratusan kader Gerindra yang berada di bawah panggung mengangkat tangan, bersiap menangkap topi milik Prabowo tersebut.

    Belum sempat dilemparkan, seorang pengurus Gerindra yang berada di atas panggung tiba-tiba mendekati Prabowo. Entah apa yang diucapkan. Yang jelas, Prabowo mengibaskan tangan kanannya, meminta pengurus tersebut kembali ke tempatnya semula.

    "Tadi saya dilarang memberikan topi saya. Katanya itu kehormatan saya," kata Prabowo. Menurut dia, kehormatan adalah jika bisa membahagiakan anak buah, juga bisa membuat rakyat tersenyum dan tertawa. "Ini bukan soal kehormatan. Ini soal kebahagiaan untuk rakyat," ujarnya.

    Awalnya, Prabowo hendak melemparkan topi tersebut ke arah kerumunan massa. Namun pengurus yang tadi melarang dia memberikan topi menyarankan Prabowo langsung memberikan topi kepada kader yang dia kehendaki.

    "Pesan saya, kalau dikasih topi ini, tolong disimpan dengan baik," ujar Prabowo.

    UKKY PRIMARTANTYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.