KPI: Program Infotainment di TV Semakin Buruk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Infotainment

    Infotainment

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Pengawasan Komisi Penyiaran Indonesia Rahmat Arifin mengatakan kualitas program infotainment (hiburan) di televisi saat ini semakin buruk. Program gosip tersebut dinilai tak etis karena terlalu mengekspos kehidupan pribadi dan aib secara berlebihan. (baca: Ini Sebab KPI Loyo)

    "Eskalasinya tinggi tapi buruk. Mereka menguak aib secara detail dan membuatnya sebagai tayangan berseri selama seminggu penuh," kata Rahmat di kantornya, Kamis, 13 Maret 2014. (Baca: Asmirandah Lapor KPI, Infotainment Ditegur)

    Ia juga memaparkan bahwa infotainment pada saat ini bahkan tak menciptakan situasi damai karena cenderung provokatif. Program tersebut juga menyajikan informasi dengan saling membenturkan orang yang berkonflik sehingga situasi semakin parah. "Mereka mengadu orang-orang dan ditayangkan terus-menerus."

    Beberapa tema infotainment yang dinilai berlebihan adalah perseteruan antara pengacara Farhat Abbas dan anak musikus Ahmad Dhani tentang tantangan tinju serta konflik antara penyanyi dangdut Julia Perez dan Dewi Perssik tentang putusan kasasi Mahkamah Agung. "Yang sekarang mereka tayangin terus aib komedian Bopak Castello dengan istrinya. Ini berlebihan."

    Rahmat menyatakan KPI juga memberikan fokus besar pada program reality show dan komedi yang juga berpotensi melanggar aturan. Selain itu, KPI turut mengawasi program sinetron yang diduga menyajikan tindakan bully dan penyimpangan perilaku etik.

    "Acara yang mengambil setting sekolah tapi justru menampilkan adegan melawan guru," kata Rahmat.

    FRANSISCO ROSARIANS

    Topik terhangat:
    Ade Sara | Malaysia Airlines | Kasus Century | Jokowi | Anas Urbaningrum

    Berita terpopuler lainnya:
    Gadis 16 Tahun Dibunuh, Tragedi Ade Sara II? 
    8 Hal Membingungkan Soal Pesawat Malaysia Airlines
    CIA: Pilot Malaysia Airlines Mungkin Bunuh Diri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.