Istri Bunuh Anak Sendiri, Suami Memaafkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kasito (tengah), suami Dede Uum Fatimah tersangka pembunuh anak kandungnya saat akan dimintai keterangan di Mapolres Cimahi, Jawa Barat (13/3). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Kasito (tengah), suami Dede Uum Fatimah tersangka pembunuh anak kandungnya saat akan dimintai keterangan di Mapolres Cimahi, Jawa Barat (13/3). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Cimahi - Kasito mengaku sudah memaafkan istrinya, Dedeh Uum Fatimah, tersangka pembunuhan anaknya sendiri yang masih berusia 2 tahun, Aisyah Funny . Hal itu dia lakukan saat Dedeh menemui dia dan meminta maaf di kantor Polres Kota Cimahi kemarin.

    "Ya, saya sudah memaafkan dia kemarin karena dia meminta maaf juga dan menyesal (membunuh Funny)," kata Kasito, saat ditemui di rumahnya yang juga menjadi lokasi pembunuhan di Cijeunjing, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 13 Maret 2014.

    Pertemuan Kasito dengan Dedeh di markas Polres Cimahi kemarin adalah yang pertama kali sejak istrinya itu membunuh Funny dan ditahan polisi mulai Selasa, 11 Maret lalu. Kepada Dedeh, pria 38 tahun ini juga berjanji akan menjaga dua anak mereka yang masih hidup, Rizaldi, 14 tahun, dan Fahrul, 10 tahun.

    "Dia (Dedeh) juga menanyakan Fahrul dan Rizaldi. Saya jawab mereka baik-baik saja, sehat. Dia mengaku sayang dan kangen sama anak-anak. Saya janji akan menjaga mereka," ujar Kasito.

    Karyawan sebuah apotek di Kota Bogor ini menuturkan jika hubungan dia dengan Dedeh selama berumah tangga sejak 1997 baik-baik saja. Pemeriksaan psikologi Dedeh yang dia saksikan kemarin di Polres Cimahi berlangsung lancar dan komunikatif.

    ERICK P. HARDI 

    Berita Terpopuler
    Mega Bawa Jokowi ke Makam Bung Karno
    Di KPK, Ruhut Ungkap Aset Anas di PT Panahatan
    Ditanya Sutan, Ruhut: Tanya pada Rumput Bergoyang 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.