Menang Proyek Hambalang, Adhi Karya Rogoh Rp 14 M  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Deddy Kusdinar saat menjalankan sidang putusan kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana proyek Hambalang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jln Rasuna Sahid, Kuningan, Jakarta Selatan (11/3). Deddy divonis 6 tahun denda 100juta subsider 3 bulan kurungan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Terdakwa Deddy Kusdinar saat menjalankan sidang putusan kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana proyek Hambalang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jln Rasuna Sahid, Kuningan, Jakarta Selatan (11/3). Deddy divonis 6 tahun denda 100juta subsider 3 bulan kurungan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsorsium PT Adhi Karya dan Wijaya Karya menjadi pemenang dalam lelang pekerjaan fisik pembangunan proyek Hambalang. Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menyatakan, untuk memenangkan proyek itu, KSO PT AK-Wika mengucurkan Rp 14,6 miliar kepada sejumlah pihak. (Baca: Deddy Divonis, Peranan Choel Kembali Disorot).

    "Uang itu dikeluarkan untuk diberikan kepada terdakwa, Wafid Muharam, Anas Urbaningrum, Mahyudin, Adirusman Dault, Olly Dondokambey, petugas Kementerian Pekerjaan Umum, panitia pengadaan, anggota DPR, dan pengurusan perizinan," kata anggota majelis hakim, Anwar, saat membacakan putusan terdakwa Deddy Kusdinar di Pengadilan Korupsi, Selasa, 11 Maret 2014.

    Menurut hakim, duit yang diberikan kepada Deddy dikirimkan ke Iim Rokhimah, sekretaris pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, sebesar Rp 150 juta. Uang tersebut digunakan untuk keperluan operasioal Menteri Andi. (Baca: Deddy Kusdinar: Niat Korupsi Kok Cuma Rp 300 Juta?). 

    Wafid, kata Anwar, juga menerima uang dari PT AK dan PT Global Daya Manunggal. Uang itu digunakan untuk operasional Menpora dan tunjangan hari raya. "Dan akomodasi pembelian tiket menonton bola di Senayan dan Malaysia," ujarnya. (Baca: Andi Mallarangeng Lolos dari Jerat Pencucian Uang).  

    Sebelumnya, dalam dakwaan Deddy dan Andi, rincian uang yang diberikan PT AK antara lain Anas Rp 2,21 miliar, Wafid Rp 6,550 miliar, Mahyuddin Rp 500 juta, Adirusman Rp 500 juta, Olly Rp 2,5 miliar, Deddy Rp 1,1 miliar, biaya sewa hotel dalam rangka persiapan lelang Rp 606 juta, pengurusan retribusi Rp 100 juta, dan anggota DPR Rp 500 juta.

    LINDA TRIANITA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.