Penambangan Pasir Rusak Lingkungan Pulau Poteran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penambangan Pasir Pantai/TEMPO/Arie Basuki

    Penambangan Pasir Pantai/TEMPO/Arie Basuki

    TEMPO.CO, Sumenep - Aktivitas penambangan pasir laut tanpa izin di Desa Talango, Pulau Poteran, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meresahkan warga Dusun Pasar Daya. Sebab, bekas kerukan pasir itu telah merusak daya dukung lingkungan. "Kami khawatir karena kalau laut sedang pasang, airnya sudah sampai ke permukiman penduduk," kata Kepala Dusun Pasar Daya Abdul Aziz, Senin, 10 Maret 2014.

    Menurut Aziz, sebelum kegiatan penambangan pasir marak, rumah warga aman dari rendaman air laut. Namun, sejak pengerukan pasir laut berlangsung tanpa henti, jarak laut dengan bibir pantai semakin dekat. "Kalau dibiarkan, lama-lama desa kami bisa tenggelam," ujarnya.

    Aziz dan warga Pasar Daya mengaku sudah berulang kali melayangkan protes ke Pemerintah Kabupaten Sumenep agar penambangan pasir ilegal itu ditindak dan ditutup, tapi tak pernah digubris. "Kami sudah sering demontsrasi ke lokasi tambang," kata Aziz.

    Warga juga marah karena beberapa makam leluhur penduduk yang dulu diketahui berada di dekat lokasi penambangan pasir kini menghilang. "Mungkin sengaja dibuang para penambang," ujarnya.

    Aktivitas penambangan pasir di Pulau Talango mulai marak sejak 2000. Para penambang mayoritas berasal dari luar Sumenep, seperti Kabupaten Pamekasan dan Banyuwangi. Para penambang sulit ditertibkan karena menambang menggunakan kapal. Saat diprotes warga, para penambang dengan mudah pergi, tapi esoknya balik lagi.

    "Kalau aparat tidak mau menindak, jangan salahkan kami kalau sampai bertindak anarkistis," kata Aziz bernada mengancam. Camat Talango belum dapat dikonfirmasi atas protes warga tersebut.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.