Selasa, 20 November 2018

Kabut Asap, Warga Pekanbaru Hirup Debu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara melintas di kawasan yang diselimuti kabut asap pekat di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau, Rabu (26/2). ANTARA/Rony Muharrman

    Pengendara melintas di kawasan yang diselimuti kabut asap pekat di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau, Rabu (26/2). ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kualitas udara di Pekanbaru semakin memburuk akibat diselimuti kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan. Pantauan Tempo, papan Indeks Standar Polusi Udara di Jalan Sudirman malam ini, Ahad, 9 Maret 2014, berada pada angka 310 Psi atau berbahaya. "Udara yang dihirup saat ini bukan lagi asap, tetapi debu," ujar warga Pekanbaru, Rahmi Carolina.

    Kabut asap memang tampak semakin pekat. Tidak cuma aroma asap yang tercium. Asap juga sudah membawa debu sisa kebakaran lahan. "Mata semakin perih kalau lagi berkendara," kata Rahmi.

    Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat Dinas Kesehatan Riau, Diwani, mengatakan asap sisa kebakaran lahan yang menyelimuti sejumlah wilayah ini mengandung Particulate Matter (PM-10) berlebih sehingga sangat berbahaya untuk kesehatan paru-paru.

    Particulate Matter adalah istilah untuk partikel padat atau cair yang ditemukan di udara. Partikel dengan ukuran besar atau cukup gelap dapat dilihat sebagai jelaga atau asap. PM-10 merupakan partikel kecil yang berbahaya. Paparan PM-10 mampu mencapai daerah yang lebih dalam pada saluran pernapasan.

    Kata Diwani, saat ini PM-10 sudah merusak kualitas udara Pekanbaru dengan tingkat pencemaran 310 Psi. Di lain pihak, kualitas udara dinyatakan sehat jika PM-10 berada pada angka 0-50 Psi. "Jika lebih dari 100 Psi sudah tidak sehat. Apalagi 200 Psi, sudah sangat berbahaya," ucapnya.

    Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sebanyak 33.300 warga Riau dari sejumlah kabupaten kota terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) akibat kabut asap. "Data tersebut diperoleh dari puskesmas dan rumah sakit di daerah dua pekan terakhir," katanya.

    Diwani menyebutkan efek Ispa akibat paparan kabut asap yang mengandung PM-10 berlebih menyebabkan penyakit sesak nafas (asma), batuk-batuk, bahkan kanker paru-paru. Namun, untuk wilayah Riau, kata Diwani, dampak kabut asap kebanyakan dialami anak-anak serta berdampak pada iritasi kulit dan mata. "Dihimbau kepada masyarakat sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah, terutama bagi anak di bawah umur," ujarnya

    RIYAN NOFITRA

    Topik terhangat:

    Ade Sara | Malaysia Airlines | Kasus Century | Jokowi | Anas Urbaningrum

    Berita terpopuler lainnya:
    Ternyata Ahok Bisa Disuap
    Paspor Palsu Menambah Misteri Malaysia Airlines
    Ada Jejak Avtur di Jalur Pesawat Malaysia Airlines
    Kecelakaan Pesawat Malaysia Airlines Mirip Adam Air
    Ayah Ade Sara Ingin Hafitd dan Assyifa Dihukum


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.