Selasa, 17 September 2019

Yogyakarta Awasi Ketat Masuknya Hewan Piaraan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Subekti

    TEMPO/ Subekti

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta memerintahkan semua pengurus kampung di 45 kelurahan makin ketat mengawasi potensi terjadinya penularan rabies dari sejumlah hewan peliharaan.

    Kepala Seksi Pengawasan Mutu dan Kualitas Hewan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta, Endang Finiarti, menuturkan bahwa dari laporan pemerintah pusat tahun ini, sejumlah daerah dinyatakan masih belum bebas rabies.

    “Sementara itu, lalu lintas distribusi hewan peliharaan selama ini di Yogya masih lemah, khususnya untuk anjing, kucing, juga kera,” kata Endang kepada Tempo, Selasa, 4 Maret 2014.

    Endang menyatakan banyaknya pendatang yang menetap di Kota Yogyakarta memicu tingginya lalu lintas hewan peliharaan. Misalnya, mahasiswa ataupun pekerja yang berasal dari luar DIY turut membawa peliharaannya. “Kami kan tidak tahu apakah hewan itu sudah mendapat vaksinasi,” katanya.

    Dari laporan yang diterima Dinas Perdagangan Yogyakarta, setidaknya ada tiga wilayah yang masih dinyatakan belum bebas rabies di Indonesia. Lalu lintas sebagian daerah itu tercatat juga cukup tinggi. Misalnya Bali, Makassar, dan Jawa Barat.

    Untuk mengawasi kondisi kesehatan hewan dari luar Yogya itu, Pemerintah Kota menginstruksikan pemilik untuk melapor ke pengurus tingkat kampung saat membawa peliharaannya masuk Kota Yogyakarta. Kemudian akan dilakukan pengecekan dan vaksinasi oleh instansi terkait. "Setelah itu baru diputuskan apakah bisa dipelihara atau tidak," ujarnya.

    Tahun lalu Pemerintah Kota terpaksa menyuntik mati seekor anjing asal Bali yang diketahui terjangkit rabies. “Terpaksa kami evanasi (dibunuh) karena positif membawa rabies,” katanya.

    Program pencegahan rabies di Kota Yogyakarta digencarkan dengan penangkapan hewan liar, khususnya anjing dan kucing. Namun, diakui Endang, penangkapan itu terbatas di wilayah jalan protokol, tak sampai masuk kampung. “Makanya kami meminta bantuan pengurus kampung ikut mengawasi hewan-hewan yang diduga liar tanpa pemilik,” tuturnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.