Pembentukan Grup D Paspampres Dianggap Berlebihan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko berpidato saat melepas 175 anggota Satuan Tugas Kontigen Garuda XX-K di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (31/12). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko berpidato saat melepas 175 anggota Satuan Tugas Kontigen Garuda XX-K di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (31/12). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO , Jakarta:- Pengamat militer Anton Ali Abbas menilai pembentukan Grup D Pasukan Pengamanan Presiden agak berlebihan. Sebab personel Paspampres itu bertugas mengamankan bukan hanya mantan presiden dan wakil presiden, tapi juga keluarganya.

    Anton pun mempertanyakan apa urgensi keluarga mantan presiden dan wakil presiden perlu dilindungi. "Selama ini 'kan' cukup mantan presiden, wakil presiden, berta istri dan suami masing-masing," kata dia saat dihubungi Tempo, Senin, 3 Maret 2014.

    Jika kebutuhan pengamanan keluarga para mantan presiden dan wakil presiden mendesak, seharusnya Panglima TNI bisa menjelaskan secara rinci. Sebab, pembentukan grup tugas Paspampres ini membutuhkan anggaran dari duit rakyat yang tak sedikit. (baca:Panglima TNI Minta Paspampres Waspada Pemilu 2014  )

    Anton juga mempertanyakan cakupan pengamanan keluarga yang menjadi tugas Paspampres. "Apakah hanya keluarga inti, istri atau suami dan anak saja, apakah sampai menantu dan cucu," kata dia. Jika pengamanan sampai menantu dan cucu, jelas merupakan pemborosan.

    Senin kemarin, Panglima TNI Jenderal Moeldoko meresmikan Grup D Paspampres yang bertugas khusus menjaga keselamatan para mantan presiden, wakil presiden dan keluarga mereka. Sebelumnya, hanya ada tiga Grup di Paspampres, yakni Grup A, B, dan C.

    Grup A bertugas melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap presiden beserta keluarganya. Grup B, bertugas melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap wakil presiden beserta keluarganya. Untuk Grup C punya tugas untuk melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap tamu negara setingkat kepala negara atau kepala pemerintahan.

    INDRA WIJAYA

    Berita terpopuler
    Pemerintah Ambil Alih Sertifikasi Halal dari MUI 
    John Kei Jadi Penghuni Sel Batu Nusakambangan 
    Calon Hakim Konstitusi Dikuliahi Pakar Tata Negara
    Bunuh Diri Bersama, Anita Diduga Diteror 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...