Kisruh Risma-Wisnu, Mega dan Jokowi ke Surabaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (kanan) bersama Mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri mengisi seminar kebangsaan di Univesitas Sanata Dharma Yogyakarta, Sabtu (28/12). ANTARA/Regina Safri

    Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (kanan) bersama Mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri mengisi seminar kebangsaan di Univesitas Sanata Dharma Yogyakarta, Sabtu (28/12). ANTARA/Regina Safri

    TEMPO.CO, Surabaya - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan hadir dalam kuliah umum di Universitas Surabaya (Ubaya), Sabtu, 1 Maret 2014. Dia datang untuk memberi kuliah di kampus itu, yang didampingi Gubernur DKI Joko Widodo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana.

    Juru bicara Ubaya, Hayuning Purnama Dewi, mengatakan kedatangan empat tokoh itu akan menyemarakkan acara kuliah umum bertema "Memperkokoh Kebhinnekatunggalikaan Indonesia". "Ibu Mega sudah memastikan datang," kata Hayuning pada Tempo, Jumat, 28 Februari 2014. (Baca: Risma Masih Gamang)

    Rencananya, Megawati didapuk sebagai keynote speaker. Sedangkan pembicara utamanya yaitu Joko Widodo. Hanya, Jokowi baru bisa memastikan hadir sore ini. "Kalau Jakarta tidak hujan dan banjir, Pak Jokowi bisa datang," kata Hayuning.

    Panitia, kata dia, juga mengundang Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana. Meski belum memastikan keduanya hadir, tapi besar kemungkinan keduanya mendampingi Megawati. "Insya Allah hadir karena Ketua Umum yang datang," ujar Wisnu, yang juga Ketua PDIP Surabaya itu. (Baca: Diisukan Mundur, Risma Jadi Pembicara di Seminar)

    Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Haryadi, mengatakan pertemuan empat tokoh bisa menjadi indikator hubungan antara Risma dengan PDIP yang belakangan renggang. "Kalau Risma datang, persoalan selesai. Kalau tidak datang, berarti pantas diduga komunikasi antara keduanya (Risma-Wisnu) masih bermasalah," kata Haryadi.

    Kalaupun Risma berhalangan hadir, menurut Haryadi, ada baiknya jika Risma menyampaikan secara resmi kepada publik. Jadi, tidak muncul berbagai spekulasi. Apalagi, Risma sebelumnya sudah bertemu dengan tiga perwakilan PDIP, mulai dari utusan pengurus pusat, Wakil Sekretaris Jenderal, dan Ketua Umum.

    Haryadi menilai bila hubungan Risma dengan PDIP masih bermasalah, benang kusut persoalan ini bisa berujung pada akhir yang sedih. Dengan kata lain, Risma pecah kongsi dengan PDIP. Hal ini tentu merugikan kedua pihak dalam pemilu nanti. PDIP akan kehilangan pengaruh di wilayah Surabaya-Sidoarjo. Risma juga rugi karena dianggap tidak tahu berterima kasih.

    AGITA SUKMA LISTYANTI

    Terpopuler:
    Adang Ruchiatna: Risma Cengeng, Nangis di TV
    Ketua MUI: Saya Boleh Terima Gratifikasi
    Disangka Teroris, Daniel Sitorus Ditahan Brunei


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.