Sejumlah Pejabat Terlihat Muram Setelah Bertemu Risma

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tri Rismaharini. TEMPO/Fully Syafi

    Tri Rismaharini. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dikabarkan telah berpamitan mundur dari jabatannya kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Kamis pagi, 27 Februari 2014. Namun sejumlah pejabat tak bersedia bicara soal apa yang terjadi setelah bertemu Risma di kantornya.

    Saat Tempo mengamati lingkungan kerja Wali Kota Surabaya di Balai Kota lantai 2, Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WIB, suasana masih relatif sepi. Petugas yang berjaga di depan ruangan mengatakan Wali Kota Risma belum datang.

    Namun sekitar pukul 08.30 WIB, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota Surabaya keluar dari ruang kerja Wali Kota Surabaya. Mereka terlihat bergegas.

    Selang 30 menit kemudian, seluruh kepala dinas tampak keluar dari ruangan Risma. Sebagian keluar dari pintu ruang kerja Risma, sebagian dari ruang Sekretariat Wali Kota Surabaya. Kedua ruangan ini memang terhubung. Raut kesedihan terlihat di sebagian besar wajah orang yang keluar dari ruangan Risma. (Baca: Di Depan Simpatisan, Risma Jelaskan Sempat Pamitan)

    Tempo berusaha meminta waktu untuk wawancarai Risma, tapi belum didapatkan. "Maaf, ini sedang ada masalah yang lebih serius dan rumit. Lebih rumit dari sekedar wawancara. Jangan sekarang," kata Kepala Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Muhamad Fikser kepada Tempo dengan raut wajah serius. Ditanya apa masalah serius dan rumit itu, dia tak menjawab.

    Asisten I Bidang Pemerintahan Yayuk Eko Agustin Wahyuni mengelak menjawab soal isi pertemuan dengan Risma. Ia hanya mengatakan, "Opo (apa)," saat ditanya wartawan sembari berlalu.

    Salah seorang pejabat SKPD yang tak mau disebut namanya juga tak menjawab secara gamblang saat ditanya apa yang dibahas dalam pertemuan di ruangan Risma itu. "Semoga kita juga masih bisa nata Surabaya," kata pejabat itu.

    Sekretaris Pemerintah Kota Surabaya Hendro Gunawan hanya mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan Risma mundur. "Warga masih butuh Ibu," ujarnya. (Baca: Tidak Ada Surat Mundur dari Risma)

    DEWI SUCI RAHAYU

    Berita Lainnya
    Australia Sodorkan Bukti Biaya Perjalanan MUI  
    Di Depan Simpatisan, Risma Jelaskan Sempat Pamita
    Hasil Lengkap dan Jadwal Liga Champions


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.