Eks Sekretaris Akil Dicecar 20 Pertanyaan oleh KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris mantan Ketua MK Akil Mochtar, Yuanna Sisilia. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Sekretaris mantan Ketua MK Akil Mochtar, Yuanna Sisilia. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi mencecar eks Sekretaris Ketua Mahkamah Konstitusi Yuanna Sisilia dengan sekitar 20 pertanyaan. "Ada 20-an kali ya, soal pemilihan Bupati Lebak," ujar Yuanna seusai pemeriksaan di KPK, Rabu, 26 Februari 2014.

    Perempuan yang dulu menjadi sekretaris Akil Mochtar saat menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi itu diperiksa untuk kasus dugaan suap di Mahkamah dalam penanganan sengketa pemilihan Bupati Lebak. Yuanna mengaku tak tahu apakah betul Akil dan Gubernur Banten Atut Chosiyah pernah bertemu di Singapura ataupun gedung Mahkamah. "Enggak tahu," katanya.

    Untuk kasus yang sama, hari ini KPK juga memeriksa dua anggota Kepolisian RI, Kasno dan Wahyu Endro Prayugo, petugas keamanan Mahkamah Imran Cahyadi, dan pegawai swasta Kurrotul Aini.

    Pada 1 Oktober 2013, Mahkamah Konstitusi memerintahkan pemungutan suara ulang untuk pemilihan Bupati Lebak, Banten. Mahkamah menilai telah terjadi pelanggaran serius yang bersifat sistematis, terstruktur, dan massif dalam pemilihan yang terjadi akhir Agustus 2013 itu.

    Namun, ternyata diduga ada kongkalikong antara Gubernur Banten Atut Chosiyah dan Akil yang saat itu menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi. KPK telah menetapkan Akil, Atut, adik Atut Chaeri Wardana, serta advokat Susi Tur Andayani sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

    KPK sudah mendakwa Akil, Susi, dan Wawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta terkait suap penanganan sengketa Kabupaten Lebak. Dakwaan Akil bertambah dengan dugaan suap terkait sengketa pemilihan kepala daerah di beberapa daerah.

    Dua hari lalu, jaksa KPK Hartoyo mendakwa advokat Susi Tur Andayani sebagai kurir yang mengirim uang suap ke Akil. Susi didakwa memberikan uang Rp 1 miliar dari pengusaha dan juga adik Atut, Chaeri Wardana. Atut disebut sebagai orang yang memerintahkan suap itu.

    BUNGA MANGGIASIH

    Berita lain:
    Ketika Sutan Bhatoegana Saling Bantah dengan Rudi
    Bhatoegana Sangkal Terima Duit, Jaksa Akhirnya Putar Rekaman
    Sutan Bhatoegana Akui Singgung Teman Ibas ke Rudi Rubiandini
    Ibas dan Ani Yudhoyono Selfie di Gunung Padang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.