Pengakuan Sutan Bhatoegana Soal Ibas di Kasus SKK Migas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sutan Bhatoegana. TEMPO/Imam Sukamto

    Sutan Bhatoegana. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Energi DPR Sutan Bhatoegana mengaku dilobi utusan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono dalam kaitan dengan proyek gas alam Gendalo-Gehem. Dalam pertemuan di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, utusan Ibas--sapaan akrab Edhie Yudhoyono--meminta Sutan memenangkan PT Rekayasa Industri yang mengikuti tender dalam proyek tersebut.

    Sutan mengaku waktu itu ia ditemui Eka Putra dan Deni Karmiana. Eka merupakan staf Sartono Utomo, Ketua Divisi Logistik DPP Demokrat yang juga paman Ibas. Adapun Deni adalah Direktur Utama PT Rajawali Swiber Cakrawala sekaligus teman sekolah Ibas.

    "Ini Bang, kalau Abang setuju Rekin (PT Rekayasa Industri) menang, Pak Rudi (Rudi Rubiandini, saat itu Kepala SKK Migas) oke," kata Sutan, menirukan permintaan Eka dalam pertemuan itu. Pengakuan Sutan itu disampaikannya saat diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus suap di SKK Migas yang menjerat Rudi Rubiandini. (baca:Capres Peragu Diminta tak Ikut Konvensi Demokrat)

    Menurut Sutan, saat itu Eka Putra memintanya mendukung PT Rekayasa Industri sebagai pemenang tender proyek Gendalo-Gehem. Pertemuan pada Juli 2013 itu, kata Sutan, bermula dari panggilan telepon Eka beberapa hari sebelumnya. Berbicara lewat telepon, Eka meminta Sartono berbicara dengan Sutan. "Pak, ini Sartono. Ini Sekjen (Ibas) mau bicara, bagaimana?" kata Sutan, menirukan suara Sartono di telepon.

    Sutan mengaku saat itu dia tak bisa berbicara dengan Ibas karena sedang memimpin rapat di Komisi Energi. Lalu Sutan menawarkan pembicaraan dengan Ibas dilakukan keesokan harinya. Namun Sartono, kata Sutan, mengatakan akan ke luar kota bersama Ibas. Sartono lalu mengusulkan agar Eka Putra saja yang menemui Sutan. (Baca: Tahajjud Call Sutan Bathoegana: Fitnah dan Ujian)

    Sutan hari ini akan dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan Rudi Rubiandini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Pada sidang sebelumnya, sejawat Sutan di Komisi Energi, Tri Yulianto, bersaksi bahwa dia tak pernah menerima uang titipan Sutan dari Rudi Rubiandini. Dia juga mengaku tak cawe-cawe dalam proyek gas alam Gendolo-Gehem. (Baca: Uang Suap Rudi Mengalir ke Sutan Bhatoegana)

    KHAIRUL ANAM

    Terpopuler
    Ada Setoran di Balik Label Halal Daging Australia
    Demi Evan Dimas, Risma Batalkan Acara di Jakarta
    Langkah Politik Wali Kota Risma Dinilai Blunder
    Twitter Ridwan Kamil Dibanjiri Protes Jam Malam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.