KPK: Kasus Suap MK Tak Berhenti di Akil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akil Mochtar menyeka wajahnya saat menjalani sidang perdana pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta (20/2). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Akil Mochtar menyeka wajahnya saat menjalani sidang perdana pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta (20/2). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO , Jakarta:Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP, mengatakan kasus suap penyelesaian sengketa pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi tak akan berhenti pada bekas ketua MK, Akil Mochtar. Johan mengatakan penyidik akan menindak para pemberi suap.

    "Kalau di putusan diputuskan si A menyuap, tentu akan ditindaklanjuti," kata Johan dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 21 Februari 2014.

    Johan mengatakan penyidik telah mengumpulkan banyak keterangan dan barang bukti dalam perkara dugaan suap ini. Pengembangan kasus menurut Johan juga akan dipengaruhi hasil persidangan.

    "Apakah ada fakta-fakta baru, atau putusan hakim bisa digunakan KPK untuk melakukan penyelidikan baru tentu akan dikembangkan," kata Johan.

    Akil Mocthar didakwa meneima suap dan janji hadiah dalam penanganan 15 sengketa pemilihan kepala daerah yang ditangani Mahkamah Konstitusi. Selain Akil, KPK telah menetapkan Bupati Gunung Mas Hambit Bintih, anggota DPR Chairun Nisa dan Tubagus Chaeri Wardana dalam kasus suap ini.(Baca: Akil Mochtar Miliki 25 Mobil Mewah)

    BERNADETTE CHRISTINA MUNTHE


    Berita Lain
    Akil Ditinggal 'Segerbong' Pengacara 

    Wali Kota Palembang Siap Bersaksi dalam Kasus Akil 

    Romi Herton Cuek Namanya Disebut dalam Sidang Akil 

    Kronologi Aliran Duit Ratu Atut untuk Akil Mochtar




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.