Menjelang Pemilu, Rumah Dinas Jokowi Disadap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joko Widodo alias Jokowi saat diwawancarai TEMPO di

    Joko Widodo alias Jokowi saat diwawancarai TEMPO di "Rumah Saya" Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 20-9, 2012. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di kawasan Taman Surapati sempat disadap. Jokowi, kata Tjahjo, sempat bercerita kepada PDIP beberapa waktu yang lalu. "Saat kami operasi, di rumah Jokowi ada tiga alat penyadap yang diletakkan di tempat tidur, ruang tamu, dan tempat makan," kata Tjahjo ketika ditemui di salah satu restoran di Kemang, Jakarta Selatan, Kamis, 20 Februari 2014.

    Anggota Komisi Pertahanan itu bercerita PDIP memang menghadapi teror politik dari lawannya menjelang Pemilihan Umum 2014. Dia mengatakan rumah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sempat disambangi orang tak dikenal. Orang tersebut masuk ke rumah Mega dengan alasan kencing.

    "Waktu kunjungan ke daerah, ada orang yang disusupkan ke rombongan Bu Mega," kata Tjahjo. Dia juga mengatakan kader PDIP juga sering dibajak oleh partai lain. Tjahjo menyebutkan Gamawan Fauzi yang maju menjadi Gubernur Sumatera Barat dari PDIP malah dibajak menjadi Menteri Dalam Negeri dalam kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Kader lain yang diambil adalah Sinyo Harry Sarundajang yang menjabat Gubernur Sulawesi Utara, Bibit Waluyo (mantan Gubernur Jawa Tengah), dan Made Mangku Pastika (Gubernur Bali).

    Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah dan Pascasarjana Universitas Paramadina, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan memang banyak yang berkepentingan dengan Mega dan Jokowi. Alasannya, saat ini daya tawar PDIP dan Jokowi sedang naik.

    "Banyak yang berkepentingan dengan Mega dan Jokowi, baik asing maupun domestik, baik lawan atau kawan," katanya. Burhanuddin merasa tak aneh menjelang pemilihan umum, PDIP akan banyak undangan ke luar negeri karena negara lain ingin mendekati calon pemenang.

    SUNDARI

    Berita terpopuler:
    Facebook Beli WhatsApp Senilai US$19 Miliar
    Tifatul: 50 Persen Pelajar Pernah Akses Pornografi
    Yahoo Akuisisi Startup Distill
    Facebook Kini Beri Banyak Pilihan Jenis Kelamin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.