Kapolri: Penggantian Kapolda Aceh Bukan untuk Antisipasi Dibentuknya Kodam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Polri Jenderal Polisi Da’i Bachtiar membantah anggapan bahwa penunjukkan Mayor Jenderal Polisi Yusuf Maggabarani sebagai Kepala Polda Aceh untuk mengantisipasi rencana pembentukan Kodam Iskandar Muda di Aceh. “Saya sudah menyiapkan sejak lama. Karena alasan teknis dan praktis saja,” ujar Da’i kepada pers seusai acara perayaan Natal di Jakarta, Rabu (8/1). Secara teknis, menurut Kapolri, pergantian tersebut terkait dengan tugas operasi khusus keamanan yang tengah digelar di Naggroe Aceh Darusalam (NAD). Perwira pelaksana operasi ini seharusnya menyandang bintang 2. Mengingat perwira tinggi tersebut membawahi masing-masing jenderal bintang 1 dari TNI dan Polri. Sedangkan secara praktis, lanjut Da’i, hal ini terkait dengan posisi Kapolda Aceh yang dijabat oleh Brigjen Ramli Darwis. Perwira bintang satu tersebut, menurut Kapolri, dirasa tidak cocok. Sedangkan untuk menaikkan pangkatnya menjadi bintang 2, hal itu dirasa tidak mungkin mengingat Polda Aceh hanya bertipe B, bukan A. Pihaknya, menurut Kapolri, akhirnya menunjuk jenderal berbintang 2, yakni Yusuf Manggabarani. Komandan Korps Brigade Mobil (Brimob) yang nantinya merangkap jabatannya sementara waktu. Menurut Da'i, pelantikan Yusuf sebagai Kapolda Aceh dijadwalkan berlangsung Jumat (11/1). Sementara itu, Brigjen Ramli Darwis direncanakan akan dipindahkan ke Kalimantan Tengah. (Retno Sulistyowati-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.