Senin, 19 November 2018

Wali Kota Risma dan Serangan Bertubi Soal Tol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) didampingi Ibu Ani Yudhoyono (dua kanan) berbincang dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) disela-sela meninjau Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pucang Sewu di Jalan Pucang Anom Timur, Surabaya, Jatim, Sabtu (4/1). ANTARA/M Risyal Hidayat

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) didampingi Ibu Ani Yudhoyono (dua kanan) berbincang dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) disela-sela meninjau Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pucang Sewu di Jalan Pucang Anom Timur, Surabaya, Jatim, Sabtu (4/1). ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Urusan proyek jalan tol tengah Kota Surabaya itu ternyata membayangi Wali Kota Tri Rismaharini hingga kini. Boleh jadi, proyek itulah yang menjadi akar serangan bertubi kepada Risma dalam kurun waktu terakhir. (baca juga: Baru Ketemu Risma, Whisnu Sudah Cerita Proyek)

    Sejak awal Risma sudah menolak rencana jalan bebas hambatan sepanjang 25 kilometer itu. Salah satu alasannya, “Kalau masyarakat bisa memakai jalan gratis, mengapa harus membayar?” kata Risma menjelaskan itu kepada Tempo, Rabu, 12 Februari 2014 lalu.

    Oleh karena itu, Risma memilih melebarkan jalan lingkar luar Surabaya. Risma juga memilih membangun trem dan monorel sebagai transportasi publik. (baca: Wali Kota Risma Didesak Mundur karena Tolak Tol?)

    Seperti dilansir Majalah Tempo Edisi Pekan ini dalam edisi #SaveRisma: Siapa Menggasak Surya-1, proyek jalan tol yang dirancang sejak 2006 itu sudah dimenangi PT Margaraya Jawa Tol. Namun, karena PT Margaraya Jawa Tol kesulitan dana, perusahaan itu gagal memulai proyek senilai Rp 9,2 triliun ini.

    Pada pertengahan 2010, di ujung pemerintahan Wali Kota Bambang D.H., Margaraya menyatakan telah membentuk konsorsium pendanaan baru. Mereka menyatakan siap memulai pembangunan.

    Risma, yang sejak Oktober 2010 memimpin Surabaya menggantikan Bambang, membuyarkan semuanya. Ia menolak proyek yang dianggapnya tak diperlukan warga Surabaya itu. Lobi-lobi oleh pengusaha segera digencarkan untuk melunakkan sikapnya. Konsorsium proyek disebut-sebut berupaya menemui Risma untuk menyerahkan uang pelicin Rp 8 miliar. Namun, Risma tak bergeming. (baca: Kantor Dikosongi, Wali Kota Risma Bersiap Mundur?)

    Melihat gawatnya persoalan, Risma dan Hendro melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi.  Lembaga antirasuah itu segera menurunkan tim ke Surabaya. Menurut sejumlah informasi yang dihimpun Tempo, komisi antikorupsi menyadap komunikasi mereka yang diduga terlibat usaha penyuapan. Namun, penyelidik malah mendapat temuan yang lebih kakap: penyuapan dan korupsi proyek Wisma Atlet SEA Games XXVI Palembang.

    BUDI S | AGUS SUP | DEWI SUCI R | AGITA | EDWIN F | KUKUH SW

    Berita terkait
    Baru Ketemu Risma, Whisnu Sudah Cerita Proyek
    Curhat Wali Kota Risma kepada Elite PDIP
    PDIP: Ada yang Mengadu Domba dalam Kasus Risma


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.