Kamis, 19 Juli 2018

Wali Kota Risma dan Kisah Anak Tukang Semir Sepatu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tri Rismaharini. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Tri Rismaharini. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia, Maruarar Sirait, bercerita tentang kenangannya bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Menurut politikus yang akrab disapa Ara itu, setidaknya seorang anak kecil tukang semir sepatu mampu sekolah kembali lantaran usaha Wali Kota Risma.

    Saat itu, Ara bercerita, sedang makan siang dengan Wali Kota Risma di sebuah emperan di kota Surabaya. Ketika sedang lahapnya makan soto, datanglah seorang anak menawarkan jasa semir sepatu tanpa tahu siapa Wali Kota Risma dan Ara.(baca: Plus-Minus Kepemimpinan Wali Kota Risma)

    Tanpa tedeng aling-aling Wali Kota Risma bertanya, "Kamu tak sekolah?" Tapi, anak itu menjawab, "Tak ada uang," sambil menggelengkan kepalanya.

    Mengetahui itu, Wali Kota Risma pun menelepon beberapa pihak, seperti Kepala Dinas Pendidikan, Camat, dan Lurah setempat. Menurut Ara, ketiga orang tersebut langsung datang ke tempat Wali Kota Risma makan siang. Kepala dinas, kata Ara, langsung mengurus permintaan Wali Kota Risma suapaya anak tersebut dapat bersekolah kembali.

    Anak itu, Ara bercerita, langsung dapat bersekolah kembali saat itu juga. "Betapa sigapnya Wali Kota Risma," ujar Ara.

    Risma, yang memimipin Surabaya sejak Oktober 2010, kini dilanda tekanan sejumlah kekuatan politik di ibu kota Jawa Timur itu. Salah satu tekanan justru datang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)  yang mengajukannya sebagai calon wali kota, tiga tahun silam. (baca: Siapa Menggasak Surya-1)

    Partai ini menyorongkan Wisnu Sakti Buana, Ketua PDIP Surabaya, sebagai wakil wali kota pengganti tanpa mendiskusikannya terlebih dahulu dengan Risma.  Lebih dari sekadar tak cocok, ada kepentingan bisnis di balik penetapan.(baca: Risma Mau Mundur, Elite PDIP Terbang dan Merayu )

    Risma menyatakan sama sekali tidak masalah jika harus mundur. "Saya sudah berikan semuanya," kata satu dari tujuh kepala daerah terbaik pilihan Tempo 2012 ini. "Capek saya ngurus mereka, yang hanya memikirkan fitnah, menang-menangan, sikut-sikutan." Ketika ditanya siapa yang dimaksud dengan "mereka", ia tak menjawab. (baca:Diisukan Mundur, Risma: Ndak..Ndak..)

    AMRI MAHBUB

    Berita terkait
    Baru Ketemu Risma, Whisnu Sudah Cerita Proyek
    Curhat Wali Kota Risma kepada Elite PDIP
    PDIP: Ada yang Mengadu Domba dalam Kasus Risma


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Venna Melinda dan Legislator yang Pindah Partai di Pemilu 2019

    Beberapa politikus pindah partai dalam pendaftaran calon legislator untuk Pemilu 2019 yang berakhir pada 17 Juli 2018. Berikut beberapa di antaranya.