Senin, 19 November 2018

Curhat Wali Kota Risma kepada Elite PDIP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat mendaftarkan diri sebagai tamu di gedung KPK, Jakarta (20/1).  Dalam keterangannya Tri Rismaharini akan melaporkan sejumlah masalah KBS kepada KPK. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat mendaftarkan diri sebagai tamu di gedung KPK, Jakarta (20/1). Dalam keterangannya Tri Rismaharini akan melaporkan sejumlah masalah KBS kepada KPK. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pengurus pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terbang langsung ke Surabaya menemui Tri Rismaharini untuk bertanya mengenai ancamannya mundur sebagai Wali Kota Surabaya. Kepada partai, Risma merasa diadu domba oleh pihak tertentu.

    "Kami bertanya kepada Bu Risma, kenapa mau mundur?" kata Ketua PDI Perjuangan Mindo Sianipar yang ikut menemui Risma, Selasa, 18 Februari 2014.

    Kepada pengurus partai, Risma menyampaikan beberapa kebijakan yang dia ambil. Misalnya, soal penyelamatan Kebun Binatang Surabaya dan pemberdayaan masyarakat. "Saya bilang, yang seperti itu tidak usah ditanggapi."

    Mindo tak bertanya lebih lanjut siapa pihak yang mengadu domba Risma. Dia menjelaskan, persoalan antara Risma dengan Wakil Wali Kota Wisnu Sakti Buana hanya dinamika organisasi yang sudah diselesaikan. Menurut Mindo, keduanya sudah dikontak dan berjanji akan menjalankan pemerintahan di Surabaya dengan kompak. "Masyarakat Surabaya akan rugi jika Risma mundur," ujar Mindo.

    Dia mengaku tak mengetahui secara persis ihwal rencana pemakzulan Risma ketika hendak menaikkan pajak reklame. Hanya saja dia mengatakan, bisa jadi persoalan itu muncul karena masalah komunikasi saja. "Setiap orang mempunyai gaya komunikasi berbeda," kata dia.

    Mindo juga mengatakan, PDI Perjuangan akan menguatkan struktur partai untuk mendukung kepala daerah yang mereka usung. Menurut Mindo, selain Risma dan Jokowi, partainya memiliki kepala daerah lain yang kinerjanya bagus. "Tidak ada upaya pemakzulan, kami berkomitmen mendukung mereka."

    WAYAN AGUS PURNOMO





    Baca juga:
    Rekor Sitaan KPK: 37 Mobil Adik Ratu Atut!  
    Risma Mau Mundur, Elite PDIP Terbang dan Merayu  
    Plus-Minus Kepemimpinan Wali Kota Risma
    Apel Pagi, Wali Kota Risma Setrap Dua PNS Baru  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.