Pesan Jokowi untuk Wali Kota Risma: Sabar ya, Bu...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tri Rismaharini bersama suami. ANTARA/Eric Ireng

    Tri Rismaharini bersama suami. ANTARA/Eric Ireng

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan tidak mengetahui masalah yang membelit rekan separtainya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Saat dimintai komentar soal rencana mundurnya Risma, Jokowi malah bertanya balik.

    "Siapa bilang? Saya nggak dengar," katanya di Balai Kota, Selasa, 18 Februari 2014.

    Menurut Jokowi, dia tidak pernah diajak diskusi oleh Risma terkait persoalan di Surabaya dan tidak mau ikut campur. "Nggak (diajak ngobrol). Nggak ngerti masalahnya. Saya nggak mau ikut campur."

    Ditanya soal pembicaraan masalah Risma di tingkat partai, Jokowi mengelak. "Tanya sama partai."

    Jokowi menyebut Risma sebagai sahabatnya. "Temen baik." Ia pun memberi semangat kepada Risma. "Yang sabar ya, Bu...," katanya disambung tawa. Dia melanjutkan lagi, "Yang sabar, Bu.... Santai saja, Bu.... Semua masalah pasti ada solusinya."

    Diberitakan sebelumnya, Tri Rismaharini berniat mundur dari jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya. Memimpin Kota Surabaya sejak Oktober 2010, Risma kini dipasangkan dengan wakil yang tidak sehaluan dengannya oleh PDIP.

    Partai ini menyorongkan Wisnu Sakti Buana, Ketua PDIP Surabaya, sebagai Wakil Wali Kota. Sewaktu menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Surabaya, Wisnu memotori rencana impeachment terhadap Risma.

    ATMI PERTIWI




    Baca juga:
    Rekor Sitaan KPK: 37 Mobil Adik Ratu Atut!  
    Risma Mau Mundur, Elite PDIP Terbang dan Merayu  
    Plus-Minus Kepemimpinan Wali Kota Risma
    Apel Pagi, Wali Kota Risma Setrap Dua PNS Baru  
    Kilang Terbakar dan Nasib Karier Karen Agustiawan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.