Gempa Sekitar Gunung Merbabu Bukan Vulkanik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan gunung Merbabu yang terbakar terlihat dari desa Sengi, kecamatan Dukun, kabupaten Magelang, Jawa Tengah (28/9). Kebakaran hutan yang terjadi mulai Selasa, 27 September ini masih belum diketahui penyebab pastinya dan diperkirakan menghanguskan lahan seluas 50 hektar. TEMPO/Suryo Wibowo

    Pemandangan gunung Merbabu yang terbakar terlihat dari desa Sengi, kecamatan Dukun, kabupaten Magelang, Jawa Tengah (28/9). Kebakaran hutan yang terjadi mulai Selasa, 27 September ini masih belum diketahui penyebab pastinya dan diperkirakan menghanguskan lahan seluas 50 hektar. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan gempa yang menggoyang kawasan sekitar Gunung Merbabu bukan gempa vulkanik. Kepala PVMBG Muhammad Hendrasto mengatakan gempa tersebut adalah tektonik.

    Senin kemarin, warga yang tinggal di lereng Gunung Merbabu dikejutkan oleh gempa yang terjadi di sekitar gunung tersebut. Selain itu, warga juga beberapa kali mendengar suara dentuman keras yang muncul dari sekitar areal gunung. Akibatnya, sejumlah rumah mengalami kerusakan dan tanah di sekitar permukiman warga mengalami retakan.

    Hendrasto mengatakan gempa yang terjadi di sekitar Gunung Merbabu merupakan gempa teknonik yang cakupannya masih lokal. Menuru dia, salah satu ciri gempa vulkanik adalah dampak gempa yang tidak menimbulkan kerusakan di atas permukaan tanah. “Kan, kalau gempa kemarin sampai merusak rumah dan tanah sampai retak,” ujarnya, Selasa, 18 Februari 2014.

    Menurut dia, jika gempa yang terjadi kemarin adalah gempa vulkanik, Gunung Merbabu bisa dipastikan sudah meletus. Bahkan letusan gunung itu bisa cukup besar karena gempanya sampai menimbulkan kerusakan di permukaan tanah.

    Hendrasto mengatakan status Gunung Merbabu saat ini masih normal. Dia juga memastikan tidak ada peningkatan aktivitas vulkanologi pascagempa yang terjadi kemarin. “Sekarang gunungnya baik-baik saja, tidak ada perubahan apa pun,” ujarnya.

    DIMAS SIREGAR

     

    Terpopuler :
    Demi Cucu, Bos Sritex Lukminto Ziarah Walisongo

    Rupiah Kembali Paling Perkasa Se-Asia 

    Kata BRI dan BNI Soal Utang Korban Kelud 

    Dampak Kelud, Bandara Juanda Rugi Rp 2,5 Milia
    r


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.