Senin, 19 November 2018

Menunggu 9 Jam, Pengungsi Hanya Ditemui SBY 10 Menit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan Ani Yudoyono mendoakan sejumlah pengungsi korban letusan Gunung Kelud di posko penampungan pengungsi Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, (17/2). TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan Ani Yudoyono mendoakan sejumlah pengungsi korban letusan Gunung Kelud di posko penampungan pengungsi Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, (17/2). TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Kediri -Setelah menunggu selama sembilan jam, para pengungsi Gunung Kelud akhirnya bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun mereka kecewa lantaran SBY hanya meluangkan waktu sepuluh menit untuk menemui mereka.

    Kedatangan SBY dan Ani Yudhoyono ke lokasi pengungsian di Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, disambut suara riuh para pengungsi. Mereka bertepuk tangan saat SBY memasuki Balai Pamitran.

    Setelah menyapa warga, SBY menyampaikan keprihatinannya atas bencana alam ini. Dia meminta masyarakat bersabar sambil menanti langkah pemerintah melakukan pemulihan. "Meski kita sedang menghadapi ujian, kita tetap bersyukur diberikan keselamatan," kata SBY yang berdiri di tengah-tengah pengungsi, Senin, 17 Februari 2014.

    Mengenakan setelan safari abu-abu, SBY mengungkapkan dia datang ke Desa Segaran untuk melihat langsung kondisi masyarakat Kediri, Blitar, dan Malang yang terkena dampak letusan Gunung Kelud. Dia juga ingin memastikan kegiatan tanggap darurat yang dilakukan pemerintah daerah sudah dilakukan dengan baik. 

    Kepada warga, SBY berjanji untuk memperbaiki rumah-rumah yang rusak akibat terjangan batu dan pasir. "Rumah-rumah yang rusak akan kita berikan bantuan, sabar dulu," katanya.

    Tanpa sesi dialog seperti yang direncanakan, SBY langsung meninggalkan lokasi setelah sepuluh menit berbicara. Hal ini memicu kekecewaan warga yang sudah menyiapkan pertanyaan dan permintaan kepada SBY. "Tadi kata panitia ada dialog," kata Mujianto, salah satu pengungsi.

    Saat ini SBY bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo meluncur ke Blitar untuk memantau kondisi pengungsi di sana. Perjalanan SBY dalam kunjungan ke Jawa Timur ini akan berakhir di Malang, yang juga terimbas erupsi Kelud.

    HARI TRI WASONO

    Terkait:
    Kunjungi Kelud, SBY Sewa Lima Gerbong Kereta
    Kelud Reda, Penerbangan Citilink Normal
    Simpang Lima Gumul dan Mitos Kerajaan Kediri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.