Selasa, 17 Juli 2018

Dosen UGM: Jangan Hukum Anggito Seumur Hidup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengunjung yang terdiri dari mahasiswa dan warga UGM memadati ruangan University Club, Universitas Gadjah Mada saat Anggito Abimanyu membacakan pengunduran dirinya, Yogyakarta (17/2/2014).  TEMPO/Suryo Wibowo.

    Para pengunjung yang terdiri dari mahasiswa dan warga UGM memadati ruangan University Club, Universitas Gadjah Mada saat Anggito Abimanyu membacakan pengunduran dirinya, Yogyakarta (17/2/2014). TEMPO/Suryo Wibowo.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Belasan dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menghadiri jumpa pers tentang dugaan plagiarisme oleh Anggito Abimanyu, Senin, 17 Februari 2014. Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM, A. Tony Prasetiantono, mengatakan dirinya prihatin pada adanya dugaan plagiarisme yang menyangkut rekannya, Anggito Abimanyu.

    Tony mengenal Anggito Abimanyu sebagai dosen yang mencintai UGM. Tony menyebutkan dia dan Anggito bekerja sebagai pegawai negeri sipil selama 25 tahun. “Pak Anggito banyak berkontribusi untuk mahasiswa dan kampus ini,” kata dia seusai jumpa pers di University Club UGM, Senin, 17 Februari 2014.(baca:Anggito Terancam Masuk Daftar Hitam)

    Tony datang bersama belasan dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM untuk mendengar penjelasan Anggito tentang dugaan penjiplakan tulisan itu. Tony berharap UGM tidak menjatuhkan hukuman berupa larangan mengajar di UGM seumur hidup kepada Anggito.(baca:UGM Meneliti Dugaan Plagiarisme Anggito Abimanyu)

    Tony berharap hukuman Anggito hanya dihukum tidak boleh mengajar selama lima tahun. “Hukuman tidak boleh mengajar seumur hidup sama dengan hukuman mati,” kata Tony. Meski begitu, Tony sepakat UGM harus menangani dugaan plagiarisme itu secara serius.(baca:Kasus Plagiat, Anggito Serahkan Bukti ke Komite Etik UGM  )

    Anggito menyatakan mundur dari UGM setelah dituduh menjiplak tulisan Hotbonar Sinaga. Anggito mengatakan telah salah menulis referensi dalam opininya yang dimuat Kompas pada 10 Februari 2014. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama itu mengatakan tulisan itu ia kirim sendiri ke Kompas, bukan lewat asistennya atau orang lain. File tulisan itu ia simpan di dalam komputer pribadinya. Ia mengaku pasrah menerima hasil penyelidikan UGM. “Biarlah UGM memprosesnya. Saya minta maaf,” katanya.(baca:Dituding Plagiarisme, Anggito Mundur dari UGM)

    SHINTA MAHARANI

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potensi Macet Arus Pulang Pergi Atlet Asian Games 2018

    Atlet Asian Games 2018 diharapkan dapat mencapai lokasi dari Wisma Atlet dalam waktu paling lama 30 menit. Inilah rute-rute yang akan mereka lalui.