Anggito Akan Buktikan Tulisannya Bukan Plagiat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jendral Haji dan Umroh Kementerian Agama Republik Indonesia, Anggito Abimanyu. TEMPO/Dasril Roszandi

    Direktur Jendral Haji dan Umroh Kementerian Agama Republik Indonesia, Anggito Abimanyu. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggito Abimanyu menyangkal telah menjiplak tulisan Hotbonar Sinaga. Dosen Universitas Gadjah Mada itu akan membuktikan tulisannya bukan plagiat.

    Saat ini Anggito sedang mengumpulkan bahan-bahan yang menjadi referensi untuk menulis opini di Harian Kompas tanggal 10 Februari 2014. "Besok (hari ini), file-file itu akan saya serahkan ke Komite Etik UGM," kata Anggito kepada Tempo, Ahad, 16 Februari 2014.

    Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementarian Agama minta maaf atas kemiripan tulisannya terhadap opini orang lain. Ikhwal tulisannya yang bertajuk "Gagasan Asuransi Bencana", kata Anggito, dia menggunakan pemikiran awal terkait pembiayaan bencana tsunami Aceh tahun 2005.

    Anggito juga menggunakan rumusan kesimpulan seminar yang pernah dia bawa terkait asuransi bencana yang diselenggarakan oleh Universitas Gajah Mada bersama Bank Dunia 2011 lalu. "Jadi, tidak betul tuduhan bahwa saya menjiplak tulisan orang lain," ujar Anggito. 

    Tulisan Anggito Abimanyu di Opini Kompas tanggal 10 Februari 2014 mempunyai kemiripan dengan tulisan Hotbonar Sinaga di media yang sama, 21 Juli 2006. Sebagaian dari tulisan tersebut mempunyai kesamaan dari segi ide sampai gaya tulisan. (baca:Anggito Abimanyu Bantah Jiplak Tulisan)

    SUNDARI

    Berita lain
    Kantor Dikosongi, Wali Kota Risma Bersiap Mundur?
    Gus Solah: Hariri Tak Pantas Dipanggil Ustad
    Prabowo Maknyus, Gerindra Bantah Dompleng Bondan
    Tiba di Madiun, SBY Disambut Ibas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.