Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Warga Bali Cap Jempol Darah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan jalan tol Benoa-Bandara Ngurah Rai-Nusa Dua difoto dari udara di Perairan Teluk Benoa, Nusa Dua, Bali, (19/9). Jalan bebas hambatan sepanjang 12,1 Km ini merupakan jalan tol pertama yang dibangun di atas laut. ANTARAFOTO/Satya Bati

    Pemandangan jalan tol Benoa-Bandara Ngurah Rai-Nusa Dua difoto dari udara di Perairan Teluk Benoa, Nusa Dua, Bali, (19/9). Jalan bebas hambatan sepanjang 12,1 Km ini merupakan jalan tol pertama yang dibangun di atas laut. ANTARAFOTO/Satya Bati

    TEMPO.CO, Denpasar - Polemik rencana reklamasi Teluk Benoa di pesisir selatan Kota Denpasar, Bali, hingga saat ini terus berlanjut. Hari ini, Ahad, 16 Februari 2014, ratusan warga Denpasar yang mengatasnamakan Jaringan Aksi Tolak Reklamasi (Jalak) Sidakarya, menggelar unjuk rasa.

    Mereka menggelar panggung terbuka di tengah jalan sehingga jalur lalu lintas antara Sanur dan Sesetan ditutup selama dua jam. Dalam aksi itu, para demonstran yang didominasi anak-anak muda membubuhkan cap jempol darah. Mereka juga mewarnai unjuk rasa itu dengan pembacaan puisi dan nyanyian lagu-lagu perjuangan.

    "Apakah Saudara setuju Bali ditenggelamkan oleh segelintir orang dengan alasan peningkatan pendapatan asli daerah? Penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa adalah harga mati,” teriak salah seorang pengunjuk rasa, Made Sudarta, saat berorasi.

    Sudarta menjelaskan reklamasi Teluk Benoa akan membahayakan Desa Sidakarya dan kawasan lain di pesisir selatan Kota Denpasar, seperti Sanur, Pamogan, dan Sesetan. Saat ini letak kawasan itu hanya dua meter di atas permukaan laut. Sedangkan reklamasi direncanakan setinggi enam meter. "Sidakarya dan kawasan lain di pesisir selatan Kota Denpasar akan tenggelam," ujarnya.

    Karena itu, Sudarta mendesak Gubernur Bali Made Mangku Pastika segera mencabut Surat Keputusan (SK) Nomor 1727/01-BH/2013. Surat keputusan itu mengizinkan digelarnya studi kelayakan reklamasi Teluk Benoa. "Apabila SK tidak dicabut, mari kita melakukan pembangkangan sosial terhadap Gubernur Bali," ucap Made Sukerta, pengunjuk rasa lainnya yang juga berorasi.

    Ketua Jalak Sidakarya, Nyoman Putrawan, bahkan menantang Presiden Susilo Bambag Yudhoyono karena dianggap memuluskan rencana reklamasi. "Presiden SBY telah mengubah zonasi konservasi di Teluk Benoa, maka berarti telah merestui rencana reklamasi tersebut," tuturnya.

    Putrawan menuding Gubernur Bali Made Mangku Pastika terlalu berpihak kepada investor dan tidak mempedulikan dampak reklamasi bagi masyarakat. Karena itu, Putrawan mengatakan Jarak Sidakarya akan terus berunjuk rasa guna menggalang kekuatan hingga rencana reklamasi benar-benar dihentikan.

    PUTU HERRY IDRAWAN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.