BNPB: Abu Kelud Keluar dari Jawa dan Sumatera  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Awan yang disemburkan Gunung Kelud terlihat menjauhi pulau Jawa (14/2). Awan tersebut mengandung Sulfur Dioxide atau Sulfur Dioksida (SO2). foto : OMI/NASA-NOAA

    Awan yang disemburkan Gunung Kelud terlihat menjauhi pulau Jawa (14/2). Awan tersebut mengandung Sulfur Dioxide atau Sulfur Dioksida (SO2). foto : OMI/NASA-NOAA

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Kelud telah meninggalkan Jawa dan Sumatera. Ini berdasarkan peringatan dari Volcanic Ash Advisory Centre yang berpusat di Washington, Amerika Serikat.

    "Sebaran abu vulkanik di udara sebagian besar telah meninggalkan Jawa serta Sumatera dan mengarah ke samudra Indonesia, barat Sumatera," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho lewat pesan pendek, Sabtu, 15 Februari 2014.

    VAAC, kata Sutopo, merekomendasikan agar pesawat tidak melintas di area yang masih terdapat abu vulkanik itu. "Penerbangan menunggu hasil evaluasi otoritas masing-masing wilayah. Saat ini masih melakukan pembersihan di semua bandara," ujar Sutopo.

    Gunung Kelud meletus pada Kamis malam, 13 Februari 2014. Akibat hujan abu Kelud, tujuh bandara tidak dapat beroperasi pada Jumat, 14 Februari 2014. Hari ini, tiga di antaranya sudah bisa kembali beroperasi, yaitu Bandara Achmad Yani di Semarang, Bandara Tunggul Wulung di Cilacap, dan Bandara Abdul Rahman Saleh di Malang. Bandara Juanda Surabaya juga akan buka sore ini pukul 18.00.

    SINGGIH SOARES | NURUL MAHMUDAH

    BERITA LAINNYA
    Letusan Gunung Kelud Jadi Perhatian Dunia  
    Jangan Langsung Siram Abu Vulkanik  
    Korban Ustad Hariri Akhirnya Buka Suara
    Alasan Kelud Dijuluki 'Deadliest Volcano' 
    SBY Angkat Mbah Rono Jadi Kepala Badan Geologi
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.