Penduduk Diminta Waspadai Kubah Lava Kelud

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peta Gunung Kelud: Rovicky IAGI

    Peta Gunung Kelud: Rovicky IAGI

    TEMPO.CO, Jakarta - Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur meletus pada Kamis, 13 Februari 2014, sekitar pukul 22.50 WIB. Letusan ini hanya berselang kurang dari dua jam setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengumumkan status awas terhadap  gunung tersebut.

    Masyarakat harus waspada terhadap kubah lava yang dimiliki Kelud. Sebab, tipe gunung ini adalah stratovulkanik. Ini berarti,  lontaran yang keluar banyak dari lava ini mengandung silika yang membahayakan paru-paru manusia. Selain itu, tipe letusan eksplosifnya dapat menyebarkan material vulkanik tersebut hingga jarak lebih dari 10 kilometer.

    Kubah lava tersebut muncul pada letusan 2007 lalu. Pada 3 November 2007, suhu air danau kawah melebihi 74 derajat celsius. Suhu ini jauh di atas normal untuk gejala letusan yang biasanya hanya 40 derajat celsius, sehingga menyebabkan alat pengukur suhu rusak. Getaran gempa tremor pun tercatat dengan amplitudo besar, yakni lebih dari 35 milimeter.

    Akibat aktivitas tinggi tersebut menyebabkan munculnya asap tebal putih dari tengah danau kawah diikuti munculnya kubah lava dari tengah-tengah danau kawah sejak 5 November 2007. Kubah lava ini terus tumbuh hingga selebar 100 meter.

    Para ahli menganggap kubah lava inilah yang menyumbat saluran magma sehingga letusan tidak segera terjadi. Energi untuk letusan dipakai untuk mendorong kubah lava sisa letusan 1990. Sejak peristiwa tersebut aktivitas pelepasan energi semakin berkurang dan pada 8 November 2007 status Gunung Kelud diturunkan menjadi "siaga" (tingkat 3).

    Danau kawah Gunung Kelud praktis "hilang" karena kemunculan kubah lava yang besar. Yang tersisa hanyalah kolam kecil berisi air keruh kecokelatan di sisi selatan kubah lava.

    Haryanto, Ketua Radio Komunitas Daffa FM, Wates, menginformasikan sebanyak 28.539 pengungsi ditampung di daerah ini. "Sebagian besar berasal dari Kecamatan Ngancar," kata dia.

    AMRI MAHBUB | PDAT TEMPO

    Topik
    Busway Bekas| Dinasti Atut | Jokowi | Gunung Kelud | 

    Berita Terpopuler
    Indah Dewi Pertiwi Akui Kenal Wawan, Manajernya
    Kulit Maia Estianty Kendur, Cukup Dirawat di Rumah
    Hugh Jackman Pandu Tony Awards 2014
    Lenny Agustin Dapat Kartu Valentine
    Cinta Penelope Akan Bergaya Gotik di Pesta Nikah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.