Pastor Pembunuh Suster dan Anaknya Divonis Mati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Herman alias Herder. Pelaku pembunuhan Merry Grace dan dua anaknya, saat masih menjabat sebagai Pastor. TEMPO/Yohanes Seo

    Herman alias Herder. Pelaku pembunuhan Merry Grace dan dua anaknya, saat masih menjabat sebagai Pastor. TEMPO/Yohanes Seo

    TEMPO.CO, Kupang - Herman Jumat Masan alias Herder, pastor yang membunuh Mery Grace (suster) beserta dua anaknya di Tempat Orientasi Rohaniawasn (TOR) Lela, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), divonis mati Mahkamah Agung (MA).

    Rohaniawan Romo Frans Amanue mengatakan putusan Pengadilan Negeri Maumere yang menghukum Herman Jumat Masan dengan hukuman penjara seumur hidup merupakan sebuah keputusan yang diambil berdasarkan kesalahan yang dilakukannya. Jika kemudian ada upaya hukum hingga ke tingkat MA dan vonis MA menghukumnya dengan hukuman mati, hal tersebut merupakan keputusan yang harus diterima akibat perbuatannya.

    "Jika perbuatan itu dilakukan orang awam, tentu bisa diterima, tetapi perbuatan itu oleh seorang pastor. Itulah yang membuat semua pihak sangat tidak bersimpatik kepadanya. Dia (Herman) harus menerima hukuman itu," kata Romo Frans kepada wartawan, Rabu, 12 Februari 2014.

    Dalam persidangan kasasi yang digelar di Mahkamah Agung, Senin, 10 Februari 2014, hakim MA memutuskan hukuman mati kepada tersangka yang oleh Pengadilan Negeri Maumere hanya divonis seumur hidup. (Baca: Pembunuhan Mantan Suster di Sikka Langgar HAM)

    Hukuman Mati?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.