Bekas Dubes: Singapura Berlebihan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal perang TNI-AL.  TEMPO/Seto Wardhana

    Kapal perang TNI-AL. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO , Jakarta: Mantan Duta Besar Indonesia untuk Singapura Luhut Binsar Pandjaitan menilai protes Singapura berlebihan terkait penamaan kapal perang Indonesia (KRI) Usman Harun. "Sikap Singapura berlebihan dan mengada-ada," ujar Luhut ketika berkunjung ke kantor Tempo, Selasa, 11 Februari 2014. (Baca: KRI Usman Harun, Tak Ada Niat RI Buka Luka Lama)

    Menurut dia, pemerintah Indonesia perlu mengambil sikap tegas pada Singapura. Sebabnya, penamaan tersebut dilakukan dalam batas wilayah kedaulatan Indonesia. "Kasih nama pahlawan buat kapal, apa anehnya? Kan dia pahlawan kita," ujar Luhut yang bertugas menjadi Dubes RI untuk Singapura periode 1999-2000.

    Pemerintah Singapura menilai Indonesia tidak sensitif dan menyampaikan keprihatinannya soal penamaan kapal perang Indonesia, Usman Harun. (Baca: Tragedi di Balik Penamaan KRI Usman Harun). Keprihatinan ini sudah disampaikan Menteri Luar Negeri Singapura K Shanmugam kepada Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalagewa melalui telepon. Pihak Kementerian Luar Negeri menyatakan telah mencatat keprihatinan tersebut.(Baca: Curhat Usman-Harun Menteri Singapura Riuh Direspon)

    Buntut protes tersebut, Pemerintah Singapura membatalkan undangan kepada Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan delegasi TNI dalam pameran dirgantara Singapore Airshow yang berlangsung pada 11-16 Februari 2014.

    Usman Harun diambil dari nama dua anggota KKO (Komando Korps Operasi, sekarang Marinir), Usman bin Haji Mohamad Ali dan Harun bin Syahid yang mengebom MacDonald House di Orchrad Road yang menewaskan tiga orang pada masa konfrontasi dengan Malaysia, pada 1965.

    Oleh pemerintah Singapura, keduanya dihukum gantung di Singapura pada 17 Oktober 1968.Namun, begitu tiba di Tanah Air, keduanya dielu-elukan sebagai pahlawan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Untuk menghormati jasa ketiganya, TNI AL memakai nama mereka untuk menamai kapal barunya.(Baca: Di Balik Ziarah PM Singapura ke Makam Usman-Harun)

    TIKA PRIMANDARI

    Berita terkait
    FOTO: Melihat Makam Usman dan Harun di TMP Kalibata
    FOTO : Lee Kuan Yew Pernah Tabur Bunga di Makam Usman dan Harun
    Sebenarnya, Singapura Jadikan Usman Harun Pahlawan 
    Bagaimana Upaya Terakhir RI Bebaskan Usman-Harun? 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.