Soal Usman Harun, Panglima TNI Batal ke Singapura

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko. TEMPO/Subekti

    Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Iskandar Sitompul mengatakan pihaknya melakukan pembatalan kunjungan Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kepala Staf Angkatan Udara, Kepala Staf Angkatan Laut, dan beberapa perwira tinggi ke Singapura untuk menghadiri Singapore Airshow dan memberikan kuliah umum di salah satu universitas di Singapura pada 11-12 Februari 2014.

    "Pembatalan dilakukan menyusul dibatalkannya undangan kepada Wamenhan dan perwira TNI," ujar Iskandar ketika dihubungi Tempo, Senin, 10 Februari 2014.

    Pihak Singapura membatalkan undangan pada Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk acara Singapore Airshow, pameran dirgantara terbesar di Singapura. Namun tim aerobatik udara Jupiter tetap tampil dalam acara yang dihelat pada 11-16 Februari 2014 tersebut.

    Pembatalan ini masih berhubungan dengan protes Singapura terkait penamaan Kapal Republik Indonesia Usman Harun. Singapura menilai pemerintah Indonesia tak sensitif dengan menamai kapal tersebut menggunakan nama tokoh yang dianggap penjahat oleh Singapura. 

    Usman Harun diambil dari nama dua anggota KKO (Komando Korps Operasi, sekarang Marinir), Usman dan Harun Said, yang mengebom MacDonald House di Orchrad Road hingga menewaskan tiga orang saat masa konfrontasi dengan Malaysia pada 1965. Keduanya dieksekusi di Singapura pada 17 Oktober 1968. Namun, begitu tiba di Tanah Air, mereka dielu-elukan sebagai pahlawan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Untuk menghormati jasa keduanya, TNI AL memakai nama mereka untuk menamai kapal barunya.

    TIKA PRIMANDARI

    Terkait:
    Menteri Singapura Kecewa Reaksi Politisi Indonesia
    Reaksi Ahok, Usman Harun Jadi Nama Jalan di DKI
    Gita : KRI Usman Harun Bukan Alat Intervensi 
    DPR Nilai Protes Singapura Tidak Perlu Digubris


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.