Presiden SBY Mendapat Gelar Sahabat Pers  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden SBY saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta (20/11). Kerjasama yang dihentikan antara lain, pertukaran informasi dan intelijen, serta latihan bersama antara tentara Indonesia dan Australia. TEMPO/Subekti

    Presiden SBY saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta (20/11). Kerjasama yang dihentikan antara lain, pertukaran informasi dan intelijen, serta latihan bersama antara tentara Indonesia dan Australia. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bengkulu - Pers nasional memberikan apresiasi secara khusus kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. SBY disebut-sebut sebagai presiden yang memiliki kedekatan dengan dunia pemberitaan. Pers melalui PWI dan Dewan Pers juga memberikan penghargaan pada pimpinan daerah dan perusahan pers.

    Terkait hal itu, pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2014 di Bengkulu, Ahad, 9 Februari 2014, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menganugerahkan penghargaan "Sahabat Pers" kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pemberian penghargaan tersebut disampaikan Ketua Umum PWI Margiono.

    Menurut Margiono, pemberian penghargaan tersebut diberikan setelah melalui rapat yang panjang mengenai bentuk penghargaan apa yang akan diberikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Akhirnya kami sepakat untuk memberi penghargaan yang diberi nama Sahabat Pers, bukan teman pers," katanya.

    Ketua PWI Margiona menjelaskan arti sahabat lebih memiliki makna yang mendalam dibanding saudara. "Kalau teman ada banyak teman, seperti teman di meja makan. Tetapi, saat kita dalam keadaan susah, teman tersebut tidak ada. Ini berbeda dengan sahabat," ujarnya. Selain penghargaan gelar "Sahabat Pers", Presiden juga diberikan kesempatan memberikan orasi di hadapan masyarakat pers Indonesia.

    Penghargaan Sahabat Pers tersebut diserahkan langsung Ketua Dewan Bagir Manan atas nama masyarakat pers nasional. Selain memberikan penghargaan kepada Presiden, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) serta Dewan Pers juga memberikan penghargaan kepada pimpinan daerah dan lembaga pers. Salah satunya diberikan oleh Dewan Pers kepada Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. Alex dikenal sebagai salah seorang pimpinan di daerah yang memiliki kedekatan dengan dunia pers.

    Pada puncak HPN kali ini, Alex mendapatkan penghargaan sebagai Pelopor Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI). Saat ini SJI sudah memiliki ratusan alumni yang tersebar di sejumlah daerah. Selain itu, Alex mendapatkan penghargaan dari Confederation ASEAN of Journalist. Penghargaan itu terkait dengan adanya pendidikan dan pelatihan bagi wartawan se-ASEAN yang berlangsung di Palembang.

    Bentuk apresiasi itu diserahkan langsung oleh Benny Antipord, Sekjen CAJ, di sela puncak acara HPN. Penyerahan penghargaan kepada kepala daerah, perusahaan, dan tokoh yang peduli pers nasional itu disaksikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Benteng Malabrouhg, Bengkulu. Alex mengaku kedekatannya dengan pers bukan terjadi dalam waktu ini saja, melainkan sudah bertahun-tahun. Dia bangga karena gagasannya itu bakal diterapkan oleh sejumlah daerah di Tanah Air.

    Kuliah perdana SJI berlangsung ketika Presiden SBY menghadiri puncak HPN 2010 di Palembang silam. Ketika itu SBY didaulat memberikan kuliah umum di hadapan peserta. "SJI bahkan sudah dicontoh oleh beberapa negara di ASEAN," kata Alex di Bengkulu.

    PARLIZA HENDRAWAN

    Baca juga:
    Tak Ada Mobil Presiden, Angkot Pun Jadi
    Soal Suami Airin, Aura Kasih Siap Dipanggil KPK
    Eks Dubes Kaget Singapura Protes KRI Usman Harun
    Di Balik Ziarah PM Singapura ke Makam Usman-Harun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.