Tak Ada Mobil Presiden, Angkot pun Jadi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden SBY dan Ibu Ani saat mengunjungi IBC di Kecamatan Wiradesa, Pekalongan, Jawa Tengah (5/2). (Abror/presidenri.go.id)

    Presiden SBY dan Ibu Ani saat mengunjungi IBC di Kecamatan Wiradesa, Pekalongan, Jawa Tengah (5/2). (Abror/presidenri.go.id)

    TEMPO.CO, Bengkulu - Ratusan pelajar Bengkulu, dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, dikerahkan untuk menyambut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang datang ke Bengkulu hari ini, Sabtu, 8 Februari 2014, untuk menghadiri acara Hari Pers Nasional.

    Mengenakan seragam khas sekolahnya masing-masing, murid-murid memenuhi Jalan Suprapto, Jalan Padang Jati, Jalan Prof Dr Hazairin, Jalan Mayjen Sutoyo, dan sejumlah jalan utama Kota Bengkulu yang diperkirakan akan dilewati mobil Presiden.

    Didampingi para guru mereka yang sibuk mengatur anak-anak agar tetap tertib berbaris, ratusan pelajar ini rupanya tak mendapat info bahwa Presiden sudah tiba pukul 10.15 WIB dan langsung berkunjung ke Pelabuhan Pulau Baai lewat rute berbeda.

    Bendera Merah-Putih yang terbuat dari kertas tampak lemas di tangan siswa karena sudah tertimpa hujan.

    Pukul 10.40 WIB, di Jalan Suprapto--semacam downtown-nya Bengkulu, ratusan anak sekolah yang sudah kelelahan diterpa panas matahari dan basah karena hujan tiba-tiba berpekik gembira dan melambai-lambaikan bendera Merah-Putih dengan penuh semangat kepada beberapa angkot yang lewat.

    Para sopir angkot pun membalas dengan tak kalah bersemangat. “Oooiii, oooiii ,” kata mereka balas memekik saat para siswa melambai-lambaikan bendera tersebut.

    Beberapa anak mengaku sudah kelelahan menunggu Presiden SBY yang tak kunjung tiba. Untuk mengisi waktu, mereka mengelu-elukan angkot dulu. "Tak apalah, daripada sepi, biarlah melambaikan ke angkot. Benderanya pun sudah basah," ujar Sadira dan Ria, dua murid sekolah dasar, kepada Tempo.

    Ketika ditanyakan mengapa murid-murid tak dibubarkan saja karena SBY tak mungkin lagi lewat di situ, Ahmad Wahidin, salah satu guru sekolah dasar, menjawab dengan bingung, “Presiden sudah datang? Mungkin nanti lewat lagi. Biarlah anak-anak menunggu dulu.”

    Rombongan Presiden SBY tentu tidak akan melewati jalan itu. Setelah kunjungan resmi ke Pulau Baai dan RSUD Dr M. Yunus di Jalan Bhayangkara, SBY langsung menuju rumah dinas Gubernur Bengkulu Junaidi Hamzah. Presiden dijadwalkan tinggal di sana hingga kembali ke Jakarta, Senin pagi, 10 Februari 2014.

    Sejumlah menteri yang ikut dalam kunjungan SBY ini adalah Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.

    HERMIEN Y. KLEDEN

    Berita Lainnya:
    Dicari KPK, Staf Atut Ngumpet di Hotel 
    Temui Jokowi, Foxconn Janji Investasi Rp 12 T
    Digeruduk Ormas Islam, Diskusi Tan Malaka Bubar
    Reaksi Ahok, Usman Harun Jadi Nama Jalan di DKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H