Dosa-dosa Adnan Buyung Menurut Andi Arief  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Staf Ahli Presiden Bidang Bantuan Sosial & Bencana Alam, Andi Arief. TEMPO/Prima Mulia

    Staf Ahli Presiden Bidang Bantuan Sosial & Bencana Alam, Andi Arief. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Di mata Andi Arief, Staf Khusus Kepresidenan bidang Bantuan Sosial dan Bencana, pengacara senior Adnan Buyung Nasution memiliki banyak dosa dalam menggeluti profesinya. Dosa-dosa itu terutama ketika Adnan memilih jalan menjadi pembela sejumlah tersangka koruptor. (Baca: Adnan Buyung Jadi Beban Bangsa)

    Penilaian Andi Arief ini disampaikan kepada pers, Jumat, 7 Februari 2014. Berikut ini beberapa perkara rasuah yang ditangani Adnan yang menurut Andi Arief malah menjadi beban bangsa. "Bukan sebagai solusi upaya pemberantasan korupsi," kata dia.

    Bela Sjamsul Nursalim

    Dalam kasus obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, Adnan disebut-sebut merekomendasikan pengemplang BLBI itu kabur meninggalkan Indonesia.

    Kasus Pelanggar HAM

    Tiga tahun pasca-reformasi 1998, Adnan dan sejumlah pengacara menjadi pembela sejumlah perwira TNI yang tersangkut kasus pelanggaran hak asasi manusia.

    Bela Gayus
    Pada 2010, kantor Adnan Buyung memutuskan membela Gayus H. Tambunan, bekas pegawai pajak, yang terlibat dalam rekayasa pajak. Gayus divonis 12 tahun penjara dalam perkara mafia pajak.

    Bela Anas Urbaningrum

    Adnan menjadi membela Anas Urbaningrum, bekas Ketua umum Partai Demokrat, yang menjadi tersangka kasus korupsi proyek Hambalang.

    Bela Wawan

    Adnan membela Chaeri Wardana alias Wawan, adik Gubernur Banten Atut Chosiyah, yang menjadi tersangka kasus korupsi pengadaan alat kesehatan Banten.

    Pia A.R. Akbar Nasution, anak Adnan Buyung, mengatakan, ”Tak penting yang begituan dikomentari. Lucu kalau hal seperti itu dikomentari,” ujar Pia, Jumat, 7 Februari 2014. Meski sering membela tersangka korupsi, kata Pia, bukan berarti ayahnya sama dengan koruptor. Pembelaan terhadap klien mereka lebih pada menempatkan hukum secara benar. “Filosofinya, kami bukan membabi buta membela yang bayar,” ujar Pia.

    SUNDARI

    Terpopuler

    TNI AL Tak Gubris Protes Singapura
    Tragedi di Balik Penamaan KRI Usman Harun
    Singapura Protes Nama KRI Usman Harun
    Ahok: Pengusaha Tionghoa Bantu 51 Truk Sampah

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.