Kasus Dana Haji, KPK Panggil Jazuli Juwaini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Muslim berdoa di atas Jabal Rahmah di sekitar Padang Arafah saat melakukan Wukuf sebagai penanda puncak pelaksanaan ibadah haji mereka di Mekkah, Arab Saudi, (14/10). REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    Umat Muslim berdoa di atas Jabal Rahmah di sekitar Padang Arafah saat melakukan Wukuf sebagai penanda puncak pelaksanaan ibadah haji mereka di Mekkah, Arab Saudi, (14/10). REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Agama Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Jazuli Juwaini, mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia mengaku bakal dimintai keterangan perihal penyelenggaraan ibadah haji. "Saya tak diperiksa sebagai saksi, hanya dimintai masukan," kata Jazuli sebelum memasuki gedung KPK, Kamis, 6 Februari 2014.

    Menurut Jazuli, dia hanya melengkapi keterangan beberapa orang lain. "Sebelumnya kan diwakili ketua komisi, saya sekarang melengkapi saja," ujarnya sambil melangkah ke gedung KPK.

    Sebelumnya, KPK menyatakan menyelidiki pengelolaan dana haji di Kementerian Agama. Juru bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, mengatakan penyelidikan terhadap pengelolaan dana haji 2012-2013 sudah dimulai. "Penyelidikan sudah dimulai dan sudah ada yang dimintai keterangan," kata Johan melalui pesan pendek, Rabu, 5 Februari 2014.

    Pada Senin, 3 Februari 2014, anggota Komisi Agama dari Partai Persatuan Pembangunan, Hasrul Azwar, diperiksa KPK dalam kaitan dengan penyelidikan itu. Menurut Johan, Hasrul dimintai keterangan oleh para penyelidik. "Sampai sekarang KPK masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari pemanggilan sejumlah pihak," ujarnya.

    Sejak awal Januari 2013, KPK mendalami laporan soal kejanggalan pengelolaan dana haji. Kejanggalan itu termaktub dalam laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Karena itu, KPK segera menelaah laporan tersebut dan membuka penyelidikan atas pengelolaan dana haji 2012-2013 oleh Kementerian Agama.

    Sebelumnya, PPATK menemukan transaksi mencurigakan hingga Rp 230 miliar dalam pengelolaan dana haji 2004-2012. Selama periode tersebut, dana haji yang dikelola mencapai Rp 80 triliun, dengan imbalan sekitar Rp 2,3 triliun per tahun. Pada 2013, KPK bergerak ke Mekkah untuk memantau pelaksanaan ibadah haji Indonesia.

    MUHAMAD RIZKI

    Terpopuler:
    KPK Verifikasi Tuduhan Anas Urbaningrum Soal Ibas 
    Di Rumah Fahmi Idris, Ical dan Kalla Duduk Berdampingan
    Anas Urbaningrum Sorongkan Bukti Foto Demokrat 
    Anies Baswedan Sindir Gita Wirjawan
    Kalau Ditanya Penyidik, Anas Mau Bicara Soal Ibas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Politik Dinasti dalam Partai Peserta Pemilihan Legislatif 2019

    Kehadiran politik dinasti mewarnai penyelenggaraan pemilihan legislatif 2019. Sejumlah istri, anak, hingga kerabat kepala daerah.